Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lawan Kotak Kosong, Pilkada 2017 Pati Jadi Obyek Penelitian KPU RI

MuriaNewsCom, Pati – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati yang melawan Kotak kosong pada 2017 lalu, ternyata menarik perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Pihaknya menjadikan Pati sebagai obyek kajian kepemiluan yang hasilnya nanti dijadikan referensi dalam pembuatan regulasi.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah M Taufiqurrohman mengatakan, Pati adalah satu-satunya daerah yang dipilih oleh KPU RI untuk dijadikan obyek penelitian kepemiluan ini. Hal itu lantaran pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pati tahun lalu yang melawan kotak kosong, sempat menjadi perbincangan. Salah satunya, perolehan suara kotak kosong yang mencapai 177.771 suara atau 25, 49 persen.

“Karena dalam pilbub kemarin memang ada yang khusus, sehingga KPU RI memilih Pati untuk dilakukan penelitian itu. Dan saat ini sendiri kami sedang melakukan diseminasi riset kepemiluan terkait hal tersebut,” terangnya, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, yang menarik perhatian adalah proses pemilihan di Pati pada 2017 itu bisa saja menjadi kajian KPU RI untuk membuat regulasi. Karena, bisa saja di daerah lain nantinya mengalami  pengalaman yang sama seperti di Pati, yakni pemilihan dengan lawan kotak kosong.

“Sehingga nantinya dalam menyusun regulasi bisa lebih komprehensif yang bisa mewadahi seluruh dinamika dari proses pencalonan, terutama terkait kotak kosong. apakah nantinya dalam regulasi itu ada hak dan kewajiban bagi kotak kosong sehingga proses pemilihan bisa berjalan dengan luber dan jurdil,” tegasnya.

Dalam penelitiannya sendiri, nantinya akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan teori roda deming dalam system industry modern. Dalam teori itu, ada empat tahap yang akan dilalui dalam proses penelitian, yakni tahap riset pasar, desain produk, proses produksi dan kemasan produk.

“Untuk variable sendiri ada empat, yakni variable proses pemungutan suara, penghitungan suara, problematika pemungutan dan penghitungan suara, serta tata kelola,” lanjutnya.

Dirinya berharap, penelitian yang di fokuskan di Kabupaten Pati ini dapat membantu KPU RI dalam proses pembuatan regulasi. Sehingga, semua problematika yang mungkin terjadi, mempunyai paying hukum yang jelas.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...