Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Naik Perahu Bareng, Bupati Blora dan Bojonegoro Sepakat Bangun Jembatan di Atas Sungai Begawan Solo

MuriaNewsCom, BloraKeinginan warga akan adanya jembatan antarwilayah yang menghubungkan Blora dengan Bojonegoro, Jawa Timur tampaknya akan segera terealisasi. Hal ini menyusul kesepakatan antara Bupati Blora Djoko Nugroho dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah untuk mempercepat proses pembangunan jembatan yang melintasi sungai Bengawan Solo.

Jembatan penghubung antar provinsi ini rencananya akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Kradenan, Blora dan Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Kesepakatan dua bupati beda provinsi itu terjadi saat keduanya bertemu di perbatasan wilayah pada Sabtu (16/11/2018).

Bupati Djoko Nugroho beserta Wabup Arief Rohman dan sejumlah pejabat terkait terlebih dahulu menjemput Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan rombongannya di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho.

Setelah itu, rombongan pejabat bersama-sama menuju Desa Medalem, Kecamatan Kradenan menaiki perahu. Peralatan tradisional inilah yang digunakan warga kedua wilayah sebagai sarana transportasi. Saat berada di atas perahu inilah terjadi dialog antara dua pimpinan kabupaten terkait rencana pembangunan jembatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho menyampaikan, selama ini pertumbuhan ekonomi di Blora selatan yakni Kecamatan Kradenan, Kedungtuban, Randublatung dan Jati termasuk lambat karena akses yang terbatas. Padahal, wilayah Blora bagian selatan ini merupakan daerah lumbung padi.

Menurut Djoko, jika ada jembatan maka akses warga dari kedua kabupaten akan menjadi lebih mudah. Selama ini warga memakai jasa perahu yang hanya bisa menyeberangkan sepeda dan motor saja.

“Ketika ingin menjual hasil panen ke Jatim harus memutar lewat Cepu yang jaraknya 40 kilometer lebih, padahal pembelinya banyak dari daerah Ngraho Bojonegoro dan sekitarnya. Jika disini ada jembatan maka jaraknya lebih pendek menjadi sekitar 10 kilometer saja. Adanya jembatan akan membuat pertumbuhan ekonomi meningkat pesat,” kata Djoko.

Setelah melihat sendiri kondisi lapangan dan mendengar penjelasan Bupati Djoko Nugroho, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah langsung merespon positif. Bahkan, ia meminta pembangunan jembatan ini bisa secepatnya dilakukan bersama.

“Kata Pak Bupati Blora ada empat Kecamatan di wilayah selatan yang bisa menikmati fungsi jembatan penghubung ini nanti. Begitu juga dengan Bojonegoro dimana keduanya saling membutuhkan. Sehingga kami sepakat untuk mempercepat proses pembangunannya. Semoga tahun depan bisa dimulai,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...