Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Siswa SMAN 1 Welahan Belajar Budidaya Produk Kedelai ke Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganRumah Kedelai Grobogan (RKG) milik Dinas Pertanian setempat kedatangan tamu dari Jepara, Sabtu (17/11/2018). Yakni, rombongan siswa kelas X SMAN 1 Welahan sebanyak 278 orang ditambah 24 guru pendamping.

Wakil Kepala SMAN 1 Welahan Bidang Kesiswaan Nur Adit menyatakan, kunjungan ke RKG merupakan salah satu rangkaian kegiatan ‘One day outing class’ untuk siswa kelas X. Selain di RKG, kunjungan juga dilakukan di Museum Sangiran dan Tawangmangu.

“Jadi, kegiatan ini merupakan pembelajaran diluar kelas. Ada tiga lokasi yang kita tuju hari ini. Salah satunya adalah berkunjung ke RKG ini,” kata Adit yang juga bertindak selaku Ketua Panitia one day outing class tersebut.

Ia menjelaskan, tujuan utama datang RKG adalah ingin menimba ilmu seputar budidaya kedelai. Mulai proses penanaman hingga penanganan produk pasca panen hingga pemasarannya.

“Kita pilih RKG karena disini bisa belajar masalah kedelai secara lengkap dari penanaman hingga pengolahan produk. Saat ini, di RKG sudah berhasil membuat aneka produk dari kedelai lokal, seperti tahu, tempe dan susu. Pembelajaran disini bisa diaplikasikan untuk mata pelajaran biologi, prakarya, dan kimia,” jelasnya.

Rombongan siswa kelas X dan guru SMAN 1 Welahan, Jepara saat melangsungkan kunjungan ke Rumah Kedelai Grobogan, Sabtu (17/11/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rombongan siswa dari Welahan diterima langsung Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto . Selama berada di RKG, rombongan siswa dan guru sempat mendapat banyak penjelasan mengenai budidaya kedelai varietas Grobogan. Setelah itu, rombongan juga diajak melihat proses produksi tempe dan tahu higienis serta beragam makanan ringan dari bahan kedelai di lokasi tersebut.

“Terus terang, saya merasa bangga ada kunjungan siswa dan guru dari Kabupaten Jepara ini yang memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budidaya kedelai. Harapan saya, apa yang didapat dari sini membawa manfaat,” jelasnya.

Edhie menyatakan, keberadaan RKG itu bukan sekedar tempat yang dipakai untuk menampung hasil panen kedelai saja. Tetapi, menjadi tempat yang lengkap untuk sarana belajar mulai hilir hingga hulu dari sektor pertanian kedelai.

Selain ada produksi tempe dan tahu higienis, ditempat itu juga tersedia benih kedelai berkualitas varietas Grobogan. Kemudian, ada pula sarana pembelajaran bagi petani dan UMKM. Hal ini memungkinkan karena di RKG sudah disiapkan lokasi tanam kedelai, penjemuran, hingga pengolahan beragam aneka bahan pangan dari bahan kedelai.

Ditambahkan, komoditas kedelai yang dikembangkan saat ini adalah varietas  Grobogan. Kedelai varietas ini bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO dan sudah mendapat sertifikasi nasional. Hal ini, berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...