Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

62 Rumah di Pati Diterjang Puting Beliung

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 62 rumah di Desa Srikaton, Kecamatan Kayen yang diterjang oleh angin puting beliung pada Jumat (16/11/2018) sore kemarin. Bahkan, angin tersebut juga menerjarng tempat ibadah dan sebuah pos kampling di desa setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo mengatakan, kejadian angin puting beliung itu tidak berlangsung lama, yakni sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, karena melewati pemukiman warga, angin kemudian menghantam bagian atap rumah warga.

“Untuk lokasi rumah rusak yang paling banyak adalah di Dukuh Sridonomulyo RT 01 RW 05 Desa Srikaton, yakni sebanyak 38 rumah, dua diantaranya adalah masjid dan pos kampling. Sedangkan di RT 02 RW 05 sebanyak 24 rumah yang rusak,” ungkapnya, Sabtu (17/11/2018).

Lebih lanjut, untuk kondisi rumah yang rusak adalah bagian atapnya saja. Namun, ada banyak juga genting warga yang terbawa angin. Pekarangan rumah warga yang ditanami pisang maupun tanaman yang lain juga banyak yang rusak.

“Dari pantauan kami, hari ini sudah banyak warga yang melakukan kerja bakti untuk memperbaiki rumahnya yang rusak,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun MuriaNewsCom, kejadian angin puting beliung itu memang tidak terlalu lama. Aangin bertiup kencang disertai dengan gerimis tipis. Namun, warga setempat sebelumnya merasa takut, karena angin itu tidak seperti biasanya.

Informasi yang diberikan Sukini, warga  Dukuh Sridonomulyo RT 01 RW 05, kejadian itu memang tidak bisa diduga. Apalagi, angin tiba-tiba bertiup kencang dan menghantam rumah-rumah warga. Bahkan, dirinya yang sebelumnya berada di dalam rumah, seketika langsung keluar.

“Awalnya saya ada di dalam, tapi mendengar angin yang sangat kencang, saya bersama dengan keluarga langsung keluar rumah. Ketika berada di luar, sebagian rumah warga ternyata atapnya sudah rusak,” terang Sukini.

Atas kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 27 juta rupiah. Saat ini, warga sekitar sudah membantu memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...