Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hebat, Warga Gembong Pati Ini Sulap Grajen Kayu Jadi Patung Bernilai Tinggi

MuriaNewsCom, Pati – Tidak semua orang yang bisa memanfaatkan barang limbah menjadi kerajinan dengan nilai ekonomi tinggi. Seperti halnya limbah serpihan kayu (grajen), bagi orang yang mempunyai daya kreasi, mungkin hanya akan dibakar dan tidak mempunyai manfaat. Tetapi, di tangan orang-orang kreatif, limbah tersbeut justru menjadi karyaseni yang mempunyai nilai ekonomis.

Adalah Nur Kholis warga Desa Gembong, Kecamatan Gembong berhasil mengolah grajen kayu menjadi karya seni yang artistik. Dari grajen itu, dirinya mengolah menjadi patung mini.

Dirinya mengatakan, proses pembuatan kerajinan grajen kayu itu cukup mudah. Setelah grajen dikumpulkan dia hanya tinggal menuangkan lem kayu yang dituang di selembar plastik.

“Lem itu kemudian dicampurkan dengan grajen dan diaduk hingga merata. Adonan itupun kemudian harus dipadatkan. Setelah agak padat maka siap dibentuk menjadi sebuah karya seni. Tinggal dibentuk sesuai yang diinginkan,”terangnya.

Setelah bentuknya rampung terbentuk, maka akan dilakukan penjemuran agar lebih kering. Barulah setelah itu dilakukan pengamplasan agar lebih halus. Pasca itu tinggal dilakukan pewarnaan dengan disemprot menggunakan cat sesuai warna yang dikehendaki.

“Untuk proses pembuatannya pun cukup singkat hanya sekitar empat hingga enam jam saja,” terangnya, Jumat (16/11/2018).

Terkait harganya diakuinya cukup bervariasi tergantung dari bentuk dan tingkat kerumitannya. Untuk yang paling murah dikatakannya sekitar Rp 10 ribu sedangkan yang paling mahal bisa sampai Rp 2 juta.

“Bentuknya bisa berbagai macam selain model patung atau hiasan dinding juga bisa dibuat menjadi once atau pipa rokok, asbak, dan berbagai kerajinan lainnya,” imbuhnya.

Dia juga mengaku, dari hasil kerajinannya tersebut ternyata banyak masyarakat luar daerah yang mulai melirik. Tak jarang pula yang sudah memesan sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

“Pesanan memang ada, rata-rata dari luar daerah. Saya sendiri akan terus berinovasi untuk mengembangkan kerajinan dari serbuk gergaji ini,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...