Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sekda dan Kepala Dinas Ternyata Juga Dimintai Setoran Bupati Purbalingga

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Purbalingga (nonaktif) Tasdi, ternyata sering memalak dan minta setoran kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Ini terungkap saat sidang dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bupati Tasdi di Pengadilan Tipikor Semarang. Dalam sidang itu menghadirkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga, Wahyu Kontardi juga mengaku pernah dimintai uang oleh mantan Ketua DPC PDI Perjuangan itu.

Dilansir Antara, permintaan itu, kata dia, bermula ketika terdakwa menandatangani pengajuan Amdal Lalu Lintas yang diajukan oleh dua pengusaha yang akan membangun SPBU.

Setelah menandatangani amdal bupati menyampaikan: ”gawe usaha kok ora ana apa-apa ne (membuat usaha kok tidak ada apa-apanya),” katanya.

Saat dijawab memang tidak ada apa-apa dari pengajuan amdal itu, lanjut dia, bupati menyampaikan yo kudu ana (ya harus ada).

Permintaan itu, kata dia, kemudian disampaikan ke pengusaha yang mengajukan amdal tersebut dan kemudian diberikan uang Rp 50 juta. Uang tersebut diserahkan kepada terdakwa melalui ajudannya.

Saksi lain yang mengaku dimintai uang oleh terdakwa yakni Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga  Priyo Satmoko. Priyo mengaku memberi uang sebesar Rp 50 juta semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Baca : “Mau Wayangan Nih” Kode Bupati Purbalingga Minta Setoran dari Bawahan

Uang yang diberikan itu, kata dia, antara lain berasal dari uang pribadi serta pemberian para rekanan pelaksana proyek.

Permintaan uang itu, lanjut dia, berdasarkan pengakuan terdakwa akan digunakan untuk kebutuhan partai serta kegiatan kemasyarakatan.

“Pemberian itu sebagai bentuk loyalitas kepada atasan,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Wididjantono itu.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...