Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BPBD Kudus Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana Alam, Ini Lokasinya

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus telah memetakan wilayah yang rawan bencana selama musim penghujan. Ada dua pemetaan rawan bencana di Kudus yakni banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kudus Bergas Catursari Penanggungan melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Atok Darmobroto mengatakan diprediksi prakiraan awal musim penghujan terjadi di bulan November. Di wilayah Kudus sendiri diperkirakan  pada pekan kedua bulan ini sudah mulai turun hujan.

“Kudus bagian utara dan selatan, prakiraan hujannya besifat normal. Sedangkan, wilayah tengah bersifat di bawah normal,” jelasnya, Rabu (14/11/2018).

Ia mengatakan, adapun peta rawan bencana di Kota Kretek umumnya setiap tahun tidak ada perubahan. Hanya saja, warga diharapkan tetap selalu waspada ketika suatu saat terjadi bencana alam.

“Dari data Pusdal Ops BPBD Kudus daerah rawan banjir terjadi di tujuh kecamatan. Meliputi Kecamatan Kaliwungu sebanyak lima desa, Kecamatan Bae satu Desa,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, ada Kecamatan Jekulo enam Desa, Kecamatan Mejobo tujuh desa, Kecamatan Kota dua desa, Kecanatan Jati tujuh desa. Serta ada Kecamatan Undaan hampir seluruh desa rawan terjadi bencana alam selama musim penghujan.

Sedangkan untuk daerah rawan longosr paling banyak terjadi di Kecamatan Dawe. Yakni ada sebanyak sembilan desa. Disusul Kecamatan Gebog empat desa, Kecamatan Jekulo tiga desa, dan Kecamatan Undaan satu desa.

“Daerah rawan itu memiliki tingkat resiko rendah sampai tinggi terjandinya bencana alam saat musim penghujan,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...