Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Siapkan Rp 206 Miliar untuk Honor Pengajar Ponpes dan Madin

0 477

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan dana yang cukup besar untuk bantuan ke pondok pesantren (ponpes), madin dan TPQ. Nilainya mencapai Rp 206 miliar.

Salah satu tujuan pengucuran dana bantuan itu yakni untuk membantu honor pengajar di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Dana itu menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dialokasikan pada dana pendidikan APBD Jateng 2109. Manurut Taj Yasin, dana itu nantinya bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan pengajar madrasah, TPQ maupun pesantren.

“Beberapa kabupaten dan kota sudah melakukan kebijakan seperti itu, sehingga pemprov menindaklanjutinya,” kata Yasin.

Ia menyebut, alokasi dana tersebut telah disetujui DPRD Jateng melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan DPRD Jateng Tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Jateng TA 2019.

Putra ulama kharismatik, Maimoen Zubair ini menyatakan, pengembangan pendidikan di Jateng baik berbasis umum maupun agama merupakan salah satu program prioritas pembangunan Pemprov Jateng lima tahun ke depan.

Taj Yasin menjelaskan, agama dengan pemerintah itu ibarat saudara kembar atau tidak bisa dipisahkan. Sehingga pemerintah harus menjunjung tinggi pesantren dan pendidikan keagamaan.

Karenanya pemprov bersama pemkab dan pemkot didorong agar memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk guru TPQ, Madin, dan pesantren.

“Ayo kita urusi pendidikan masyarakat. Kita bersama-sama membangun Jateng tetap tidak ngapusi dan tidak korupsi. Kita bekerjasama untuk membesarkan ponpes,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemkab/pemkot bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat.

”Pemerintah harus berada di depan, bersinergi dengan pemkab dan pemkot untuk membangun serta mengembangkan pendidikan berkarakter, seperti ponpes, TPQ, dan madin yang tersebar di Jateng,” terangnya.

Ia juga meminta pendidikan keagamaan di Jateng harus dikembangkan. Terlebih dahulu para ulama dan santri juga berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.