Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Sosialisasi Manfaat Karyawan jadi Anggota Koperasi

140

MuriaNewsCom, Kudus – Koperasi karyawan yang tumbuh subur di perusahaan-perusahaan di Kudus mendapat apresiasi positif dari Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus. Keberadaan koperasi di perusahaan dinilai mampu memberi kontribusi bagi karyawan yang menjadi anggota.

Perusahan-perusahaan besar di Kudus seperti Koperasi Karyawan Muria Gemilang yang bernaung di bawah perusahaan PT Djarum dan koperasi karyawan milik perusahaan Pusaka Raya (Pura). Kedua koperasi karyawan ini menjadi contoh konkret bagiamana keberhasilan koperasi dalam menyejahterakan anggotanya.

”Di koperasi perusahaan tersebut, cakupan usahanya tidak sekadar menyedikan kebutuhan sehari-hari bagi anggotanya. Lebih dari itu, koperasi juga telah merambah ke bidang usaha yang memang sangat dibutuhkan karyawan, salah satunya memfasilitasi karyawan yang ingin memiliki rumah,” kata Bambang Tri Waluyo, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus.

Pihaknya berharap, koperasi-koperasi jenis ini bisa tumbuh lebih banyak lagi di Kudus. Sebab, manfaatnya juga bisa dirasakan langsung oleh karyawan. Para karyawan memiliki kemudahan untuk menyimpan uang atau meminjam uang jika ada kebutuhan yang mendesak.

Tidak jarang, karyawan juga memiliki usaha sampingan di rumah. Baik yang dijalankan sendiri atau yang dikelola keluarganya. Dengan demikian, keberadaan koperasi karyawan ini sangat penting untuk menunjang perjalanan usaha mereka. ”Misalnya ketika usahanya butuh tambahan modal usaha. Sehingga, karyawan bisa langsung mengakses ke koperasi tempat dia bekerja,” jelas Bambang.

Kabid Koperasi dan UKM Abi Wibowo menambahkan, Pemkab Kudus terus berupaya menjadi fasilitator bagi pengurus-pengurus koperasi agar terus berkembang. Di antaranya dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan workshop. Pelatihan ini terdiri dari workshop kelembagaan dan keuangan. Dalam kesempatan tersebut, peserta workshop dibekali dengan pengetahuan tentang penyusunan struktur organisasi koperasi sesuai undang-undang yang berlaku.

Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menguasi tata cara menyusun laporan keuangan. Hal ini mencakup bagaimana menyusun neraca keuangan, perhintungan hasil usaha, serta membuat laporan perubahan modal. koperasi yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman tentu tidak akan ditinggalkan anggotanya. ”Misalnya kebutuhan tentang barang-barang elektronik atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Apabila koperasi bisa memberikan harga yang bersaing dengan toko-toko komersial, tentu anggota akan tetap memilih koperasi,” ujarnya.

Begitu juga dengan kebutuhan lain yang sifatnya membutuhkan modal besar seperti pembelian rumah atau kendaraan. Kalau modal yang dimiliki koperasi tersebut bisa menjangkau, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. Atau bisa saja koperasi mengakses perbankan untuk menambah permodalan.

”Di Kudus sudah ada beberapa koperasi yang merambah dunia properti. Namun, ini masih didominasi koperasi-koperasi milik perusahaan besar. Tapi setidaknya, keberhasilan ini mampu dijadikan contoh untuk mulai diterapkan di koperasi-koperasi dengan skala yang lebih kecil,” terang Abi. (NAP)

Ruangan komen telah ditutup.