Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Habib Umar Muthohar: Begini Cara Mencintai Nabi Muhammad SAW

MuriaNewsCom, Kudus – Nabi Muhammad adalah sosok yang mulia. Begitu pula sosok Nabi Muhammad mencintai umatnya sampai akhir hayatan. Untuk itu, sebagai umat manusia perlu untuk mencintai sosok Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu dari Allh SWT.

Habib Umar Muthohar mengatakan menurut Imam Al Musiri Rodli Allah Aanhu yang disebut sebagai Sahibul Majdi, mengambarkan cinta nabi kepada umatnya seperti macan. Nabi ini mengayomi mengayemi kepada umatnya.

“Seperti induknya macan ngayomi kepada anak-anaknya. Kenapa macan, karena macan adalah hewan yang paling ditakuti. Jangan main-main kepada induk macan. Di mana anak macan dibawa  akan dilindungi oleh induk macan,” katanya saat memberikan mauido khasanah dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Sepak Bola Persil, di Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (11/11/2018) malam.

“Kalau manusia, itu punya anak buwak sampah ya ada, punya anak dibuang kloset ya ada. Naudzubillah. Semoga kita yang dekat dengan Nabi muhammad, seneng membaca sholawatan tidak melakukan seperti itu,” lanjutnya.

Lantas bagaimana, umat muslim membuktikan cintanya kepada Kanjeng Nabi. Menurut Habib Umar mencintai nabi yakni dengan mencintai dan menghormati semua kaitannya dengan Kanjeng Nabi. Seperti mencintai kota kelahiran Nabi Muhammad SAW, cinta kepada tempat hijrah kanjeng Nabi, cinta kota di mana, kota itu menyimpang jasad mulai Kanjeng Nabi.

“Cinta para sahabatanya, cinta dan hormat kepada anak kanjeng nabi, cinta dan hormat kepada ulama yang memperjuangkan saretkatnya Kanjeng nabi. Itu menunjukan cinta kita kepada  kanjeng nabi,” jelasnya.

Menurutnya, Kanjeng Nabi adalah sosok yang mulai. Nabi Muhammad adalah manusia paling takwa. Untuk itu, sepatutnya umat muslim untuk mengikuti dan meneladi sikap dan akhlak Nabi Muhammad SAW.

“Salah satunya adalah memberikan kemanfaatan kepada sesama umat. Siapapun yang memberikan kemanfaat kepada umat. Mbok sitek, mbok akeh. Kita harus bisa memberikan kemanfaatan kepada umat. Karena itu adalah sikap dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Baik ucapanya dan kelakukannya, bukan justru ucapan dan kelakukan memberikan ketidak baikan kepada sesama umat kanjeng nabi.

“Anda menjadi pembeli jadilah pembeli yang baik, kemudian menjadi penjual jadikan penjual yang baik, menjadi pekerja jadikan pekerja yang baik. Semua dituntut menjadi orang baik baik,” tutupnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...