Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rekonstruksi Pembunuhan di Depan SMPN 1 Gabus, Korban Dibacok 8 Kali dan Sempat Minta Tolong

MuriaNewsCom, Pati – Keplisian Resor (Polres) Pati merenkonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Dwi Sulistyo (27) warga Desa/Kecamatan Gabus di depan SMPN I Gabus beberapa pekan lalu. Dalam rekonztruksi itu pelaku memerankan aksinya saat pembunuhan itu dilakukan.

Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana menjelaskan, ada 14 adegan yang diperagakan selama proses pembunuhan itu berlangsung. untuk pemerannya sendiri ada tiga orang, yakni pelaku saksi dan korban.

“Keseluruhan ada 14 adegan yang kita laksanakan. Dan itu sesuai dengan keterangan dari pelaku dan saksi sesuai yang ada di berita acara. Bukti baru tidak ada. Bukti yang kita hadirkan saat rekonstruksi adalah bukti yang sudah kita dapat sebelumnya,” terang Yusi usai melakukan rekontruksi di belakang Mapolres Pati, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga:

Dalam adegan itu, pelaku dan saksi yang sampai saat ini masih berstatus buron, berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian, korban yang ada saat itu sudah berada di Tempat kejadian Perkara (TKP), langsung didatangi oleh pelaku dengan membawa senjata tajam berupa sabit.

Pada saat sabit itu diayunkan oleh pelaku, korban masih sempat menangkisnya dengan menggunakan sebatang bambu dengan panjang kurang dari satu meter. Kemudian karena posisi berubah, pelaku langsung menyabetkan senjatanya tepat di leher korban. Pada saat itulah korban langsung terjatuh dan posisi tengkurep.

“Pada posisi tengkurep itulah, pelaku kemudian membacok punggung korban sebanyak delapan bacokan. Korban juga sempat teriak meminta tolong. Namun pelaku langsung meninggalkan TKP bersama dengan temannya itu,” jelas Yusi.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan itu terjadi lantaran diduga ada hubungan cinta segi tiga antara  korban, pelaku dan istri pelaku. Karena merasa cemburu, pelaku tidak kuasa menahan amarahnya sehingga mendatangi korban di SMPN I Gabus dan menyabetkan sebilah sabit tepat di leher korban hingga meninggal.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...