Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Anggota DPRD Kudus Harapkan Honor Kesejahteraan Guru Madrasah Dibagikan Merata

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kabupaten Kudus M. Nur Khabsyin mendorong agar kesejahteraan guru Madrasah Diniyah (madin) maupun guru swasta yang mengajar di sekolah umum dibagikan merata. Menurutnya guru swasta dan guru madrasah sama-sama menjadi pengajar yang mencerdaskan generasi muda.

“Pokoknya semua jenis guru baik madrasah, GTT, K2, honorer, wiyata bakti jangan ada yang terlewatkan,” ujar Khabsyin saat ditemui di pameran Kudus industri, Koperasi, UMK, Bursa Kerja, dan pertanian tahun 2018 di Sport Center Kudus, Jumat (2/10/2018).

Ia pun berjanji akan terus mengawal program pemerintah Bupati dan Wakil Bupati Kudus terkait kesejahteraan guru madin. Ia pun mengawal hingga memastikan honor guru-guru swasta yang jumlahnya Rp 1 juta perbulan dapat direalisasikan pada tahun 2019 mendatang.

“Honor tersebut nanti diperuntukkan bagi guru Madrasah,TPQ, RA, PAUD, MI, MTS, MA, TK, SD, SMP sejumlah 12.000 orang. Kami pun berharap dana tersebut merata dan bisa menerima semua,” kata politisi PKB tersebut.

Ditambahkan dia, saat ini, juga sedang berlangsung rapat Banggar DPRD Kudus bersama TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) membahas Rancangan KUA dan PPAS ( Kebijakan umum Apbd 2019  dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara ). Rapat itu dilaksanakan mulai tgl 30 oktober 2018 sampai hari ini masih berlangsung.

“Rapat itu di antaranya membahas honor atau kesejahteraan guru-guru madrasah dan guru swasta yang mengajar di sekolah umum sesuai janji kampanye pak Tamzil dan pak Hartopo sebagai  bupati dan wakil  bupati. Dalam rancangan awal anggaran untuk honor guru-guru tersebut sebesar Rp 103 miliar tapi dalam pembahasan bertambah menjadi Rp 144 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Ali Rifai Ali Rifai Asisten II Bidang Perekonomian mengatakan saat ini terkait honor kesekahteraan guru swasta, guru madrasah masih tahap verifikasi. Untuk realisasinya, direncanakan awal tahun 2019 sudah mulai dibagikan kepada guru madrasah dan guru swasta.

“Ini yang ada sebanyak 12 ribu guru madin dan guru swasta maupu marbot. Dari kami, akan memverifikasi mereka supaya tidak double. Bagi mereka yang pengajar ya tidak juga sebagai penjaga masjid,” katanya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...