Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Temanggung Bongkar Sindikat Manipulasi Takaran Minyak Goreng

MuriaNewsCom, Temanggung – Sindikat penipuan takaran minyak curah berhasil dibongkar Polres Temanggung. Sindikat ini beraksi dengan memanipulasi takaran penjualan minyak goreng di wilayah Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.

Empat orang berhasil dari sebuah penggerebekan yang dilakukan di daerah Jumo. Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti Lestariningsih, selain menangkap pelaku kini polisi juga masih memburu satu pelaku lain.

Ia merinci empat pelaku yang sudah berhasil diamankan yakni MT (38) warga Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali, ZR (45) warga Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruhan, JU (25) warga Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, dan PW (30) warga Desa Katekan Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

”Pengungkapan in dari laporan masyarakat yang merasa curiga dengan jumlah takaran saat membeli minyak goreng pada para pelaku,” katanya, Kamis (1/11/2018).

Salah satu korban disebutnya bernama Hendy Rick Tjuwita (29) warga Desa Sumbersari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Korban berprofesi sebagai peternak ayam petelur di wilayah Kecamatan Jumo merasa curiga setelah minyak goreng yang dibeli untuk keperluan bahan campuran pakan ternak ayam lebih cepat habis dari biasanya.

Dari laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeirksaan diketahui jika upaya menipulasi takaran dilakukan dengan terencana.

Dari pengakuan salah seorang pelaku, MT (38) menjelaskan, modus yang digunakan yakni dengan cara membuat potongan karet karpet berbentuk lingkaran yang dipasang ke lubang jeriken agar isinya terlihat penuh.

“Mereka tidak sadar dan mengira bahwa jeriken tersebut masih penuh berisi minyak goreng dengan ukuran 21 liter. Padahal sudah kita kurangi sekitar dua sampai tiga kilo per jerikennya,” akunya.

Untuk mengindari kecurigaan konsumen, para pelaku langsung mengisikan minyak goreng itu ke dalam penampungan milik korban.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jumo menyebut, sindikat penipuan tersebut merupakan jaringan Kabupaten Lamongan yang mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Temanggung sejak Januari 2018 silam.

“Berdasarkan hasil penyedilikan, mereka biasa menawarkan minyak goreng kepada peternak ayam dengan harga lebih murah dari harga pasaran pada umumnya. Inilah cara yang mereka gunakan untuk memikat calon korban dengan lebih mudah,” jelas Iptu Tasari.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 37 jeriken berisi minyak goreng total 220 liter yang belum sempat dijual, 202 nota pembelian, alat-alat untuk melancarkan penipuan dan satu unit mobil bak terbuka yang biasa digunakan sebagai kendaraan operasional para pelaku.

“Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...