Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pipa Freezer Bocor Dalam Kapal, Satu ABK Pati Tewas di Perairan Timika Papua

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan laut kembali dialami oleh Kapal Motor (KM) Gabungan Baru Pangestu milik Dhani Ardianta (26) warga Desa Bendar RT 02 RW 04 Kecamatan Juwana saat mencari ikan di perairan Timika, Papua. Akibatnya, satu anak buah kapal (ABK) meninggal dunia.

Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiyono membenarkan adanya kecelakaan kerja di kapal tersebut. Korban adalah Puguh Santiko (23) warga Dukuh Ngerang Lor RT 04 RW 01 Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana.

Dirinya menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/10/2018) lalu pada pukul 09.00 WIB. Pada saat itu, KM. Gabungan Baru Pangestu sedang menangkap ikan di perairan laut Arafuru, Papua Barat. Pada saat kejadian, kapal mengalami kebocoran pada pipa freezer di dalam lubang palka (tempat penyimpanan ikan dalam kapal).

“Karena korban posisinya adalah sebagai wakil Motoris III di KM Gabungan Pangestu, dirinya langsung memeriksa kebocoran tersebut. Sesampianya di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba korban pingsan di dalam palka,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/11/2018).

Sementara itu, ABK lain yang melihat korban langsung berteriak dan meminta bantuan untuk mengeluarkan korban dari palka tersebut. Namun, pada saat dikeluarkan, kondisi korban sudah tidak bernafas.

“Karena itu, nahkoda kemudian membawa kapal untuk menuju pelabuhan terdekat guna segara mendaptkan pertolongan medis. Namun, selama dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka dan baru pada Rabu (31/10/2018) jenazah sampai di kediamannya. Pihak kepolisian bersama dengan Tim Inafis Polres Pati, Satpol Air dan Tim Medis puskesmas Juwana datang ke rumah duka untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pada jelazah tersebut tidak ditemkan adanya tanda-tanda penganiayaan. Diduga, korban meninggal karena keracunan akibat bocornya gas freon yang keluar dari pipa freezer yang bocor,” tandasnya.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...