Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kuatkan Produktivitas dengan Keterampilan, Program Japro Kemnaker Sasar Warga Gelagah Kulon Kudus

0 309

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pelatihan jamaah produksi (Japro) yang digelar Kementerian Tenaga Kerja di Kudus resmi ditutup pada Selasa, (30/10/2018). Masyarakat Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe pun siap mengaplikasikan hasil pelatihan. Apalagi, mereka sudah mendapatkan pelatihan japro sebanyak 16 kali di Balai Desa Glagah Kulon sejak bulan Agustus lalu.

Program Japro atau koperasi produktif sendiri, merupakan fasilitas program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI. Kegiatan itu bertujuan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan.

“Untuk menghadapi persaingan usaha, kita perlu menguatkan produktifitas masyarakat dengan meningkatkan keterampilan. Japro adalah salah satu kegiatan untuk peningkatan itu,” kata Haris Fadhillah, pejabat dari Balai Besar Peningkatan Produktiftas (BBPP) Kemenaker RI, dalam pidato sambutannya di hadapan 50 peserta.

Ia mengatakan ada dua desa yang jadi basis pelatihan. Yakni Desa Purworejo dan Glagah Kulon, Kecamatan Dawe. Bidang pengembangan yang didalami dalam pelatihan itu adalah pengembangan mocaf (modified cassava flour) atau tepung modifikasi dari bahan ketela, dan olahan penganan dari jamur.

“Secara khuusus untuk pelatihan mocaf, beberapa peserta berasal dari Kabupaten Jepara,” lanjutnya.

Para peserta pelatihan program Japro dari Kementerian Tenaga Kerja berfoto bersama saat penutupan kegiatan, Selasa (30/10/2018). (MuriaNewsCom)

Pemilihan kelompok tani akar tani makmur (ATM) yang berbasis di Desa Purworejo dan sekolah inklusif Semai Jepara yakni atas dasar paguyuban. Yakni, ditunjuk oleh Serikat Paguyuban Petani Qoryah Thoyyibah (SPPQT), yang berbasis di Salatiga.

Ketua Japro Jamur Bunda Glagah Hindu Anisah Pembina Semai mengatakan dari hasil pelatihan itu, pihaknya berhasil memproduksi jamur Glagah Kulon. Ia pun mengatakan produk hasil pelatihan tersebut siap untuk dipasarkan.

“Produk jamur Glagah Kulon siap untuk dipasarkan,” terangnya.

Sementara itu turut hadir dalam penutupan itu selain Haris Fadhillah juga Pembina Akar Tani Makmur Hasan Aoni, Pembina Sekolah Semai Hindun Anisah, Kepala Desa Glagah Kulon Sukarwi, dan pengurus SPPQT Toni, dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Aris Sutopo.

Produk jamur Glagah Kulon siap dipasarkan. Tampak Yuriah, Ketua Japro Jamur Bunda Glagah Kulon (kiri), Hindun Anisah, Pembina Semai. (MuriaNewsCom)

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.