Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

UMK Kota Semarang : Pengusaha Usul Naik Jadi Rp 2,49 Juta, Buruh Rp 2,89 Juta

MuriaNewsCom, Semarang – Dewan Pengupahan Kota Semarang hingga kini masih membahas mengenai besaran Upah Minimum Kota (UMK) Semarang 2019 yang bakal diajukan wali kota untuk ditetapkan gubernur Jateng.

Dua unsur dalam Dewan Pengupahan yakni unsur pengusaha dan buruh mengajukan usulan besaran UMK yang berbeda. Unsur pengusaha yang diwakili Apindo mengusulkan kenaikan UMK Kota Semarang 2019 sebesar 8 persen dari UMK 2018.

Yakni naik dari Rp 2,31 juta menjadi Rp 2,49 juta. Sementara unsur buruh buruh mengusulkan nilai yang cukup besar yakni sebesar Rp 2,89 juta.

Juru bicara Apindo, Bagus Andrianto mengatakan, Dewan Pengupahan masih melakukan pembahasan mengenai usul besaran UMK dari unsur tersebut. Rapat digelar beberapa hari lalu.

“Dalam rapat tersebut terdapat dua usulan dari serikat pekerja dan Apindo yang selisihnya terpaut cukup jauh yakni Rp 2,89 juta dari serikat pekerja dan Rp 2,49 juta dari Apindo,” katanya pada wartawan.

Ia menambahkan, usulan kenaikan UMK 2019 dari pihak Apindo mengacu pada ketentuan PP 78/2015 tentang pengupahan.

Bagus mengatakan, dalam PP tersebut dijelaskan bahwa penentuan UMK menggunakan tingkat inflasi nasional dan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, sambungnya, pihak Apindo tetap mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku.

“Ini kita lakukan agar dunia usaha di kota Semarang tetap kondusif dan untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan para pekerja,” ujarnya.

Sementara perwakilan unsur buruh dari Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Karmanto beberapa waktu lalu mengatakan, usulan dari Apindo yang menggunakan PP 78/2015 sudah tidak relevan untuk digunakan di tahun 2019.

Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan peningkatan UMK Kota Semarang 2019 berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) 2018.

“Jika survei dilakukan setiap tahun, akan menjadi hal yang riil dalam penetapan pemerintah di setiap kabupaten/kota khususnya di Kota Semarang ini. Oleh karenanya kami tegas mengusulkan UMK didasari survei,” terangnya.

Dia melanjutkan, pihaknya merekomendasikan peningkatan UMK Kota Semarang 2019 kepada Wali Kota Semarang sebesar  Rp 2,89 juta atau naik 25 persen dibanding UMK Kota Semarang 2018 yakni Rp 2,31 juta.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...