Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kekurangan Modal, Pemkab Pati Cari Investor untuk Pengembangan Proyek Tambat Kapal

MuriaNewsCom, Pati – Pengembangan proyek pembangunan tambat kapal, saat ini tengah menuai kendala anggaran. Karena itu, pemerintah Kabupaten Pati (Pemkab) berupaya untuk menarik investor yang berkenan berinvestasi di kolam tambat kapal tersebut. tentunya dengan berbagai pertimbangan yang ada.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, saat ini pemkab masih menganalisa proyek tersebut. Karena anggaran yang besar dan aset pemkab di sana juga besar. Terlebih ada investor yang ingin bekerjasama dengan pemkab nantinya menghasilkan win-win solution.

“Kalau ada investor yang tertarik menanamkan modal silahkan membuat proposal kepada kami. Nanti akan kami analisa dan dibahas berama-sama. Kami juga sudah berdiskusi dengan para investor yang tertarik di Juwana. Seperti investor kapal di daerah Tangerang,” jelasnya belum lama ini.

Safin yang mempunyai kenalan luas para investor mengiming-imingi berinvestasi di Juwana. Dari segi upah minimum kabupaten (UMK) Pati lebih rendah dari pada di Tangerang dan sekitarnya. Namun ia tidak menekankan UMK. Safin menilai daya saing di Pati masih banyak sehingga akan menguntungkan.

“Dalam pembangunannya, kami mengutamakan kemanfaatan untuk pemkab dari segi pendapatan asli daerah (PAD). Dari kerjasama itu nantinya daerah diuntungkan dengan PAD yang maksimal. Untuk itu kini masih mencari solusi. Beberapa solusi yang memang menguntungkan daerah akan diambil,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pati Edy Martanto mengaku, pemkab akan mengusulkan dana kep pusat sebesar Rp 70 miliar dari APBN 2019. Sebab, tanpa anggaran dari pemerintah pusat atau investor, sulit membangun tambat kapal karena anggarannya yang sangat besar.

“Kalaupun pengajuan anggaran tersebut terealisasi, hanya bisa untuk proses reklamasi saja. Sebab untuk pengurukan lahan seperempat hektare saja, membutuhkan anggaran Rp 1 miliar. Sedangkan luas lahan mencapai 12 hektare. Belum infrastruktur lainnya. Dengan menggandeng investor akan lebih baik,” tuturnya.

Apalagi lahannya sudah disediakan oleh pemkab. Jika ada investor bergabung, maka akan lebih cepat terwujud pembanguan tambat kapal. Nantinya jika sudah terwujud, maka bisa menguntungkan banyak pihak dari pemerintah, investor, hingga perekonomian warga di sekitar Juwana.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...