Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MAJT Bangun Pesantren Tahfidz, Masih Butuh Dana Rp 10 M Dibuka Lelang Wakaf Tanah

MuriaNewsCom, Semarang – Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bakal membangun pesantren tahfidz di kompleks masjid terbesar di Jateng itu. Pesantren ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 11.150 meter persegi.

Saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung. Oleh karenanya, DPP MAJT membuka lelang wakaf tanah, karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar mencapai Rp 12,7 miliar untuk pembebasan lahan.

Ketua DPP MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad mengatakan, saat ini pihaknya baru bisa membebaskan lahan sekitar satu hektare lebih. Dana yang dikeluarkan sudah mecapai Rp 3 miliar.

“Kami baru saja membebaskan tanah sebelah, seluas 1 hektare lebih sedikit dari total 11.150 m2 atau baru membayar Rp 3 miliar. Kebutuhannya total Rp 12,7 miliar,” katanya.

Oleh karenaya ia menyatakan masih ada kekurangan sekitar Rp 10 miliar atau tepatnya Rp 9,3 miliar.

Mantan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu menyebut, lelang wakaf tanah tersebut dibuka seluas-luasnya kepada siapapun.

“Silahkan, mau wakaf setengah meter boleh, satu meter boleh, 100 meter juga boleh, lebih banyak lagi lebih bagus,” ujarnya.

Noor Achmad menyatakan, pendirian pesantren tersebut amat strategis. Selain untuk mencetak penghafal Alquran, para santri nantinya akan digembleng dengan ilmu tafsir Alquran.

Diharapkan lulusan pesantren ini memiliki reputasi tinggi dalam menjalankan siar Islam. Sekaligus dipersiapkan untuk menjadi imam di masjid-masjid agung di Tanah Air, khususnya di Jawa Tengah.

Pihaknya juga telah meminta kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menginstruksikan pada bupati dan wali kota di Jateng untuk mengirimkan santrinya untuk belajar di pesantren ini.

“Jika memungkinkan, mohon Pak Gubernur bisa menginstruksikan bupati dan walikota Se-Jawa Tengah untuk mengirimkan perwakilan santri dari daerahnya masing-masing. Kedepan pasca lulus, bisa langsung ditugaskan di daerah asalnya,” terangnya.

Mendapat permohonan atas pendirian pesantren dari Ketua DPP MAJT tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku siap mendukung gagasan dari Pengurus DPP MAJT. “Siap nanti kita bantu, semoga gagasan baik ini bisa segera terwujud,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...