Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Momen Hari Santri Nasional, MA NU TBS Kudus Lepas Santrinya Belajar ke Luar Negeri

MuriaNewsCom, Kudus – Di momen yang bertepatan Hari Santri Nasional pada Senin (22/10/2018), Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Tasyiwiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, melepas lulusannya ke luar negeri. Belasan santri dilepas untuk melanjutkan studi ke luar negeri yakni Mesir dan Yaman.

Para santri yang dilepas dan akan meneruskan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, adalah M. Ibnu Faqih Alfikri, Zaki Ahmad Faruq, M. Saiful Fahmi, Aufa Nailul Muna, Azka Sabili, Moh Rifki Ashfal Muna, Abdillah Dzul Fikri, Chusni Akmal Kisai, Nurrohmad, M. Abdulloh Mubarok, dan Muh Alaikassalam.

Sedangkan dua santri dilepas untuk meneruskan studi di perguruan tinggi di Yaman yakni Muhamad Chasan Arif dan M. Basuni Baihaqi. Kemudian tiga santri lainnya sudah berangkat terlebih dulu ke Yaman. Mereka adalah Qodri Azizi, Royyan Royyanal, dan Gus Jamil.

Kepala MA. NU. TBS Kudus, KH. Musthofa Imron menyampaikan kepada belasan santrinya untuk belajar dengan baik. Mereka ke luar negeri berniat untuk belajar.

“Untuk itu, harus belajar dengan sungguh-sungguh,” kata dia.

Ia mengatakan supaya para santrinya mengikuti pembelajaran penunjang peningkatan prestasi. “Buatlah atau ikuti organisasi untuk menunjang prestasi peningkatan proses belajar kalian,” pesannya.

Hal senada disampaikan salah satu sesepuh Madrasah TBS Kudus, KH. Hasan Fauzi. Ia mengatakan jangan sampai mengubah niatan untuk belajar. Meskipun untuk belajar sampai ke tempat yang jauh.

“Uthlubul ilma wa lau bis shina. Ini maksudnya, belajarlah walau sampai di tempat yang jauh,”ujarnya.

KH. Hasan Fauzi  mengingatkan, untuk mencapai kesuksesan di dunia itu harus dengan ilmu. Demikian juga dengan kesuksesan di akhirat, juga dengan ilmu.

‘’Dan untuk meraih keduksesan di dunia dan akhirat, pun dengan ilmu,’’ lanjutnya menambahkan.

Sedang KH. Noor Khamim mengutarakan, para santri dilepas secara resmi oleh madrasah. Selain untuk memotivasi adik-adik kelasnya yang masih belajan,  juga supaya ada beban moral. Sehingga mulai tertanam dalam diri, ketika pulang jangan sampai mengecewakan masyayikh (kiai dan guru).

‘’Tidak mengecewakan ini baik dalam hal prestasi akademik, maupun prestasi moral yang ditandai dengan terjaganya akhlak, menjaga akidah ahlussunnah waljamaah, serta senantiasa takzimul ilmi wa ahlihi. Itu semua adalah sebab-sebab kita memperoleh kesuksesan dan keberkahan,’’ tegasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...