Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tampilkan Beragam Kesenian, Peringatan HSN di Jepara Meriah

MuriaNewsCom, Jepara – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Jepara tahun ini dipusatkan di Lapangan Bogoran, Desa Kalipucang wetan, Kecamatan Welahan, Jepara. Berbagai kelompok murid, pelajar, dan santri memamerkan kesenian dan atraksi, untuk menyemarakkan peringatan keempat sejak pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Sebanyak 1.200 peserta dari 132 sekolah swasta Islam di Bumi Kartini, tampak antusias mengikuti apel akbar peringatan puncak HSN. Selain itu, ratusan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan warga nahdliyin Kecamatan Welahan, turut menyemarakkan Hari Santri itu. Bupati Jepara, KH Ahmad Marzuqi Bupati Jepara, menjadi pimpinan apel akbar pagi itu.

Dalam apel, usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan pembacaan teks Pancasila. Tiga santri terlihat menuju tengah lapangan, untuk membacakan teks Pembukaan UUD 1945, Ikrar Santri Indonesia, dan naskah Resolusi Jihad.

Puluhan banser melakukan kirab saat Hari Santri Nasional di Jepara. (DiskominfoJepara)

Usai itu, dua santri lain menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Bupati Jepara, dan Panji HSN kepada Dandim 0719/Jepara, sebagai lambang kecintaan santri pada negeri ini. Meski puluhan pelajar dan santri pingsan akibat teriknya matahari, apel dapat berjalan dengan lancar.

Selain Bupati beserta jajaran Forkompimda Jepara, sejumlah pejabat teras Pemkab Jepara, Forkompimcam Welahan, ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, dan ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fachrurrozi, juga turut hadir dalam peringatan HSN tersebut.

Salah satu pelajar siswi MA Hasyim Asy’ari Bangsri, Ulya (15) mengaku antusias sekali dengan acara ini. Selain itu Ulya juga mengatakan, HSN untuk memperingati resolusi jihad Nahdlatul Ulama (NU), dimana masyarakat Indonesia memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia dengan gaya Indonesia.

“Hari Santri untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang khususnya kiai atau ulama yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, khususnya kemerdekaan NU,” ungkap dia, saat ditemui usai acara apel akbar.

Ditemui juga dalam kesempatan yang sama, KH Hayatun Abdullah Hadziq berpesan, agar para santri dapat berperan aktif dalam menangkal budaya asing yang dapat merusak akhlak umat melalui teknologi internet. Ketua PCNU Jepara ini juga berharap, kepada santri agar bisa meneruskan cita-cita para kiai dan santri pendahulu mereka.

Dalam amanatnya saat apel akbar, Bupati memberikan apresiasi atas terselenggaranya apel akbar ini. Dikatakannya, Peringatan HSN bertujuan untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia.

Hari Santri Nasional di Jepara juga menampilkan drum band untuk menghibur dan menyemarakkan HSN. (DiskominfoJepara)

“Diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat,” pinta Marzuqi.

“Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun,” imbuhnya.

Serupa dengan Bupati, KH Fachrurrozi juga memberikan apresaisi kepada pemerintah atas ditetapkannya 22 Oktober sebagai HSN. Disampaikan, penetapan Hari Santri merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya kalangan santri.

“Hari Santri ini biar ada gairah para santri-santri kita makin maju. Dengan adanya peringatan hari ini, menunjukkan bahwa terjalin sinergi yang bagus dari pemerintah dalam mempertahankan NKRI,” ujar ketua PD Muhammadiyah Jepara.

Disamping apel akbar sebagai puncaknya, serangkaian kegiatan HSN juga telah sukses dilaksanakan dengan baik sejak 18 September 2018. Di antaranya, pembukaan dan sosialisasi HSN, kirab satu negeri, kemah santri dan pelajar, serta kirab Bendera Kebangsaan Merah Putih dan panji HSN.

Seperti diketahui, Hari Santri diperingati untuk mengingat jasa para kiai dan santri karena telah menyuarakan jihad, guna memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Hingga kini resolusi jihad terus dipertahankan untuk menolak berbagai bentuk penjajahan gaya baru.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...