Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembunuhan di Depan SMPN I Gabus Ternyata Berawal dari Cinta Segitiga

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati berhasil meringkus pelaku pembunuhan di depan SMPN I Gabus pada Jumat (19/10/2018) lalu. Pelaku adalah Dwi Sulistyo (27) warga Desa Gabus RT 3 RW 7 Kecamatan Gabus.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan kurang dari 6 jam setelah kejadian. Pada saat itu, pihak kepolisian mendatangi rumah tersangka, tetapi dia tidak ada di rumah. Kemudian petugas mencari dan menemukan tersangka sedang berada di rumah temannya di daerah Sukolilo.

“Setelah kami temukan, tersangka langsung kami bawa ke Mapolres untuk dimintai keteranggan,” ungkapnya, Senin (22/10/2018).

Berdasarkan keterangannya, pembunuhan itu dilatarbelakangi adanya cinta segitiga antara korban, tersangka, dan istri tersangka. Sekitar pukul 23.00 Wib, istri tersangka ditelfon oleh korban dan mengajak bertemu. Tetapi karena istri tersanka merasa takut, sang istri melaporkan itu kepada tersangka.

Baca Juga:

“Tersangka yang dibakar api cemburu, meminta bertemu dengan korban. Kemudian pada pukul 24.00 WIB, korban kembali menelfon istri tersangka untuk menanyakan keberadaannya. Ketika istri tersangka menolak untuk bertemu, korban kemudian mengancam akan menghabisi nyawa istri tersangka dan seisi keluarganya,” imbuh Nartanti.

Karena dilakukan pengancaman, akhirnya istri terangka menjanjikan untuk bertemu dengan sepengetahuan tersangka. Tak hanya itu, tersangka dengan mengajak salah seorang temannya, yakni Kiswanto untuk membuntuti istrinya.

“Pada saat tersangka menyusul istrinya, korban kembali menelfon istri tersangka tetapi diangkat oleh tersangka. Kemudian korban menangtang tersangka untuk bertemu di SMPN I Gabus. Tersangka langsung menutup telfon dan berangkat bersama Kiswanto menuju TKP,” bebernya.

Ketika tersangka berangkat ke SMPN I Gabus, dia sudah membawa senjata tajam. Sesampainya di TKP, tersangka melihat korban dan langsung menghampiri seraya membacok korban menggunakan senjata tajam. Korban berusaha untuk menangkis menggunakan bambu runcing, tetapi korban hilang keseimbangan dan kemudian terjatuh.

“Setelah terjatuh, korban kemudian kembali di bacok dan taersangka langsung meninggalkan TKP,” tegasnya.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerap dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...