Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mengenaskan, Ayah dan Anak di Temanggung Meregang Nyawa Dalam Sumur

MuriaNewsCom, Temanggung – Seorang ayah dan anaknya Totok Maryanto (45) dan Ossi (20) warga Desa Malebo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, meregang nyawa di dalam sumur. Mereka ditemukan sudah tak bernyawa saat menguras sumur di Dusun Ngadidono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Temanggung.

Kedua warga ini meninggal dunia, saat menguras sumur warga yang sudah sangat lama ditinggal pergi merantau di Malaysia. Sumur itu juga sudah lama tak dipakai.

Menurut Kapolsek Kedu, AKP Rachmat Efendi, peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/10/2018) sore kemarin. Dugaan kuat, kedua korban meninggal dunia karena menghirup gas beracun dari dalam sumur.

“Keduanya meninggal dunia saat menguras sumur milik Markamah yang sedang bekerja di Malaysia dan sumur sudah lama tidak dipakai,” katanya, Senin (22/10/2018).

Menurut keterangan saksi, Sutar (42) kepada polisi, awal mula kejadian sekitar pukul 13.00 WIB korban menguras sumur selebar sekitar 80 cm dengan kedalaman 10 meter itu menggunakan mesin diesel. Setelah air sumur surut Totok Maryanto masuk ke dalam sumur.

Namun setelah beberapa menit korban melambai-lambaikan tangan minta tolong kepada anaknya. Mengetahui hal itu Ossi berusaha menolong ayahnya ke dalam sumur.

Namun nahas, setelah sampai ke dalam sumur Ossi tidak ada suaranya dan adiknya yang berada di atas sumur bernama Nanda (12) teriak minta tolong kepada warga setempat.

Tak lama kemudian warga berdatangan namun tidak bisa menolong. Akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedu untuk menghubungi petugas BPBD Kabupaten Temanggung.

Setelah petugas BPBD Kabupaten Temanggung datang ke lokasi kejadian, kedua korban dapat dievakuasi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kedu untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan dinyatakan bahwa korban meninggal dunia diduga akibat menghirup gas beracun.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun benturan benda keras di tubuh kedua korban,” terang petugas Puskesmas Kedu.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...