Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Makna Rahasia dari Tongkat Kayu Gus Munif yang Diberikan ke Jokowi

MuriaNewsCom, Demak – Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pondok Pesantren Giri Kusumo, Mranggen, Demak, Jumat (19/10/2018) malam. Saat bertemu KH Munif Mohammad Zuhri (Gus Munif) Jokowi diberi kenang-kenangan oleh ulama kharismatik tersebut.

Kenang-kenangan tersebut berupa tongkat dari kayu. Tongkat tersebut merupakan milik Gus Munif yang diberikan secara khusus kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.

Jokowi mengaku ada makna dari pemberian tongkat kayu tersebut. Namun Jokowi tak bersedia memaparkan maknanya.

” Tongkat ini milik beliau (Gus Munif), tadi diberikan kepada saya. Diberi ya saya Alhamdulillah. Ada maknanya, tapi tidak boleh disampaikan,” kata Jokowi sembari tersenyum.

Sementara Gus Munif mengaku tak punya apa-apa, kecuali tongkat itu untuk diberikan pada Jokowi. “Aku gak punya apapun. Cuma punya itu (tongkat) ya diberikan saja ndak papa,” tutur Gus Munif.

Ketika ditanya wartawan tentang makan dari pemberian tongkat tersebut, Gus Munif juga enggan menjelaskan. Kiai tersebut hanya tersenyum, dan meminta wartawan bertanya pada Jokowi.

Dari pertemuan itu, Jokowi mengaku mendapat banyak masukan dari Gus Munif. Terutama masalah kebangsaan.

“(Kami) berdiskusi masalah yang berkaitan dengan kebangsaan dan kenegaraan. Pesannya (Gus Munif) banyak sekali. Pandangan-pandangan beliau tentang ketatanegaraan luar biasa, tapi tidak bisa saya sampaikan secara detail,” ujarnya.

Terkait dengan Hari Santri Nasional 2018, Jokowi juga memastikan pemerintah berkomitmen untuk semakin memperhatikan kondisi pondok pesantren dan peningkatan kualitas santri.

“Ke depan kita ingin memberikan perhatian kepada pondok pesantren,  kepada para santri dalam rangka pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang bisa berkompetisi dengan negara-negara lain,” terangnya.

Ia juga mengatakan, selama empat tahun dirinya menjabat fokus pembangunan adalah pembangunan infrastruktur. Di Jawa Tengah misalnya, pembangunan jalan tol terus dikebut, seperti Tol Batang-Semarang yang ditarget rampung pada November dan Tol Salatiga-Kartasura pada Desember tahun ini.

“Memang dalam 4 tahun ini, 5 tahun ini kita akan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur. Baru tahapan berikutnya kita nanti akan fokus dan konsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut presiden, human capital sangat penting sekali dalam rangka peesaingan global, dalam rangka kompetisi antarnegara. “Saya kira pondasi dua itu sangat penting sekali yang mengantarkan negara ini menjadi negara maju,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...