Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Siswa SLB Kudus Galang Donasi Botol Bekas untuk Gempa Sulteng

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan siswa sekolah luar biasa (SLB) Purwosari Kudus ikut menggalang donasi untuk gempa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018). Penggalangan dana yang dilakukan siswa yang memiliki kebutuhan khusus itu terbilang unik. Uniknya, mereka menggalang donasi dengan botol-botol bekas yang kemudian dijual hasilnya untuk donasi.

Beberapa siswa nampak membawa plastik putih berisi dengan botol-botol bekas. Dengan senyum, para siswa ini mendengarkan intruksi dari guru mereka untuk mengumpulkan botol bekas.

“Ini untuk donasi,” ujar Ela salah satu murid kelas VIII.

Ia bersama dengan ratusan teman-temannya ikut serta melakukan donasi bagi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Tak hanya Ela, Anggita salah satu siswa kelas VI juga ikut senang dapat membantu korban gempa.

Anggita mengaku menyumbang lima botol bekas minum. Botol-botol bekas ini nantinya akan dikumpulkan dan dijual. “Nantinya, uang hasil penjualan akan didonasikan ke korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,” terangnya.

Ratusan siswa sekolah luar biasa (SLB) Purwosari Kudus ikut menggalang donasi untuk gempa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018). (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Purwosari Oniva Dartin mengaku senang atas respon para siswanya. Ada sebanyak 184 siswa ikut donasi untuk korban bencana di Sulawesi Tengah. Ke-184 SLB Purwosari itu terdiri dari anak-anak tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna netra, tuna daksa, dan autis.

Kegiatan donasi itu juga, merupakan kerja sama dengan paguyuban Bank Sampah “Mutiara Kudus”. Melalui paguyuban itu, mereka para siswa menggalang donasi dengan botol bekas.

“Kami sudah mengumumkan adanya donasi ini sejak 14 Oktober lalu. Kami memberikan  waktu sampai lima hari untuk pemberitahuan kepada wali murid. Hal ini untuk memberikan waktu kepada siswa untuk menyampaikan kepada orang tuanya. Sekolah meminta secara sukarela botol bekas untuk donasi. Rata-rata siswa membawa lima botol, bahkan ada yang lebih,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa botol bekas itu ternyata bisa masih berguna. Sehingga, tidak sepatutnya botol bekas air minum dibuang sembarangan. Lebih bagus untuk disalurkan ke bank sampah terdekat.

“Bahkan dengan botol bekas, anak-anak bisa ikut berdonasi membantu korban bencana di Palu dan Donggala,”pungkasnya.

Botol bekas hasil donasi anak SLB Purwosari yang terkumpul sekitar 19 kilogram. Botol-botol bekas ini selanjutnya dibawa para relawan di Paguyuban Bank Sampah ‘Mutiara Kudus’. Kemudian hasil uang jual botol bekas ini akan digunakan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...