Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ngantuk, Truk Fuso Bermuatan Batu Bara Tabrak Teras BRI Pasar Bareng Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Truk Fuso berplat nomor D 9809 AG bermuatan batu bara mengalami kecelakaan di jalan raya Pantura depan Pasar Bareng, Kecamatan Jekulo, Jumat (19/10/2018). Truk yang diketahui dikendarai Asep Amin dan kernet Dede Saifudin warga Sumedang Jawa Barat menabrak bangunan teras BRI Pasar Bareng. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Andi salah satu saksi mata menceritakan semula ada truk yang melintas dari arah barat ke timur. Pada saat itu, ia sedang mengendarai kendaraan pick up muatan sayur. Dia mengaku sempat melihat truk tersebut saat disalip di perempatan Krawang.

“Kecelakaan truk itu terjadi pada Jumat (19/10/2018) dinihari tadi sekitar pukul 03.30 WIB. Pada saat kejadian saat sedang dilokasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pada saat ia sedang membongkar muatan sayur di Pasar Bareng. Ia mendengar suara keras. Setelah didekati, ternyata truk yang disalipnya itu menabrak bangunan Kantor Teras BRI Pasar Bareng di sisi selatan jalan pantura Kudus-Pati.

“Kondisi truk itu terguling menimpa sebagian teras BRI Pasar Bareng dan kanofi rumah salah satu warga. Sedangkan muatan batu-bara sebagian tumpah ke permukaan jalan di depan bangunan itu,” terangnya.

Senada juga diungkapkan Kasdi salah satu warga setempat. Ia melihat kondisi truk sudah terguling pada Jumat (19/10/2018) pagi pukul 08.30 WIB. Dari informasinya yang ia dapat, diduga sopir mengantuk.

“Tadi waktu saya melintas pukul 08.30 WIB sudah truk yang terguling menimpa Teras BRI dan salah satu rumah warga. Saya lihat tadi sopirnya selamat, keneknya juga selamat,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Iptu Ngatmin menjelaskan kecelakaan terjadi pada Jumat (19/10/2018) pukul 03.30 WIB. Diduga penyebab kecelakaan tersebut karena sopir mengantuk.

“Kronologisnya sopir mengantuk, sopir itu membawa batu bara dari Cirebon mau dibawa ke Dua Kelinci. Namun pada saat di tempat kejadian terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pengemudi untuk mengutamakan keselamatan. Jika mengantuk istirahat terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri untuk mengemudi.

“Mengemudi selama delapan jam harus istirahat dua jam. Sehingga kalau dipaksakan ngantuk akan membahayakan orang lain dan diri sendiri,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...