Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berita Ralat

Begini Kronologi Dugaan Pelecehan Modin Mejobo

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang remaja berinisial YPS (20) warga Desa Mejobo Kecamatan Mejobo diduga mengalami pelecehan seksual oleh modin Desa Mejobo, Solikan Nur. Pelecehan seksual itu ditengarai terjadi tidak hanya sekali.

Dari keterangan Sofi  salah satu warga setempat mengatakan, pelaku yang sudah berkeluarga itu diduga suka dengan korban. Ia pun mengajak korban ziarah ke Muria. Tanpa menaruh curiga, korban pun mengiyakan ajakan tersebut. Ia percaya bahwa seorang modin bisa menjadi panutan.

”Mulanya YPS ini diajak ziarah ke Colo. Tapi di tengah jalan, pelaku justru mengajak korban ke tempat yang sepi. Diduga pelaku mencoba melakukan tindak seronok di tempat itu. Tapi gagal,” terangnya, Rabu (17/10/2018).

Bermula dari kejadian itu korban dengan pelaku sering melakukan komunikasi melalui surat. Rumah korban dengan pelaku yang bersebelahan mempermudah komunikasi mereka. Bahkan pelaku sering mengajak ketemu korban melalui pesan surat tersebut.

”Dari pengakuan terakhir korban meminta menyudahi tidak usah menggangu dia lagi. Namun modinnya ini selalu mengejar korban. Bahkan modin ini juga mengancam akan bunuh diri,” katanya.

Ia menambahkan sebenarnya dari pihak keluarga korban berharap modin ini meminta maaf. Namun karena warga yang tidak terbendung hingga membawa permasalahan tersebut ke pemerintah desa setempat.

”Warga sudah geram. Mereka tidak ingin dipimpin modin yang berakhlak tercela. Karena itu mereka menuntut jabatan modin untuk dicopot,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan vonis kepada Solikan Nur. Sebab, dari pemerintah desa masih menunggu petunjuk dari Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus.

”Kalau dari mediasi ini tadi bahwa Solikan masih tetap bertahan menjadi perangkat desa sebagai Staf Kaur Kesra Desa Mejobo. Sedangkan untuk tugas sebagai modin, ini kan tugas tambahan atas keahliannya. Ia melepas jabatan modin itu semua. Namun yang perangkat desa masih tetap bertahan,” tandasnya.

———–

Catatan Redaksi :
Artikel berita ini sebelumnya berjudul “Sempat Digrebek Warga, Begini Kronologi Terbongkarnya Pelecehan Seksual Modin Mejobo”. Artikel tersebut kami ralat, karena ada kesalahan dalam mengutip keterangan Sofi selaku narasumber sehingga membuat artikel menjadi kurang akurat

Dengan demikian, kesalahan ini telah kami perbaiki. Redaksi MuriaNewsCom mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan hal tersebut. Terima Kasih.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...