Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

KPU Pati Gelar Gerakan Melindungi Hak Pilih Secara Serentak

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU)  melakukan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) secara serentak di seluruh Indonesia. Gerakan tersebut juga untuk memperbaiki Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, termasuk memastikan warga yang masuk dalam kategori pemilih, tapi belum terdaftar di DPT.

Seperti yang terlihat di Posko GMHP Desa/Kecamatan Dukuhseti, puluhan warga tampak memadati kantor desa setempat. Sebagian ada yang mengecek apakah namanya sudah ada dalam DPT desa setempat ataupun melaporkan warga yang sudah tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih lantaran meninggal.

“Saya ke sini tadi untuk melaporkan warga saya yang kebetulan tanggal lahirnya pas pada tanggal 17 April. Dan pada hari pemungutan suara nanti sudah berusia 17 tahun. Dan ternyata tadi saya cek belum masuk ke dalam DPT,” ujar H. Gatot Sukirwan, ketua RT 1 RW 4 desa setempat.

Sementara Ketua PPS Dukuhseti, Suwarno membenarkan adanya laporan tanggapan masyarakat tersebut. Pihaknya juga menyambut baik, lantaran antusias warganya yang cukup tinggi dan mau pro aktif melaporkan status pemilih. Dikatakan, kesempatan untuk melaporkan status pemilih melalui GMHP ini masih terbuka hingga 28 Oktober mendatang.

“Sebenarnya posko ini sudah dibuka sejak awal Oktober yang lalu. Dan hari ini gerakan tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan jumlah DPT yang valid sesuai kondisi yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, sejak ditetapkannya DPT Pemilu pada Juni lalu, PPS Dukuhseti mencatan sudah ada belasan pemilih yang dinyatakan TMS karena alasan meninggal dunia. Selain itu, ada juga beberapa penduduk desanya yang diketahui melakukan pindah domisili ke daerah lain.

“Karena selain melayani warga yang mau datang ke posko, kami juga turun langsung mengecek keberadaan pemilih apabila disinyalir ganda. Kami juga mendatangi rumah ke rumah untuk memastikan keberadaan warga yang diduga ganda. Baik itu ganda antar kecamatan, kabupaten hingga ganda antar provinsi,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...