Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

“Mau Wayangan Nih” Kode Bupati Purbalingga Minta Setoran dari Bawahan

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Purbalingga (nonktif) Tasdi, didakwa menerima suap serta gratifikasi dari pengusaha serta bawahannya di pemerintah kabupaten tersebut. Untuk meminta setoran ini, Tasdi ternyata punya kode khusus.

Kode itu yakni ”mau wayangan nih”. Ini diungkap Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/10/2018).

Sebelumnya Tasdi kena OTT KPK pada Senin (4/6/2018) sore. Tasdi ditangkap atas dugaan suap proyek Islamic Center, Purbalingga.

Dilansir Antara, jaksa KPK mendakwa mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga itu dengan dakwaan kumulatif.

JPU Kresno Anto Wibowo mengatakan pada dakwaan pertama, Tasdi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut dia, terdakwa menerima suap Rp115 juta yang merupakan fee dari pelaksana proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap II.

“Terdakwa menerima Rp115 juta dari total Rp500 juta yang dijanjikan,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono ini.

Uang yang merupakan fee tersebut diberikan melalui Kepala Unit Layanan Pengadaan Hadi Iswanto dari pengusaha pelaksana proyek Islamic Center Purbalingga, Hamdani Kusen.

Baca : Bupati Purbalingga Kena OTT KPK, Bagaimana Jalannya Pemerintahan?

Dalam dakwaannya, jaksa juga mengungkapkan istilah yang digunakan terdakwa dalam meminta sejumlah uang. Dalam pertemuan dengan Hadi Iswanto dan Hamdani Kusen, terdakwa menyampaikam istilah “Mau wayangan, nih”.

Istilah tersebut diterjemahkan Hadi Iswanto dengan maksud meminta sejumlah uang. Sementara pada dakwaan kedua, terdakwa didakwa menerima gratifikasi berupa sejumlah uang dari pengusaha serta bawahannya.

Total gratifikasi yang diterima terdakwa sebesar Rp 1,465 miliar dan 20 ribu Dolar AS. Gratifikasi yang diterima oleh terdakwa antara lain berasal dari sejumlah kepala dinas, asisten, serta sekda.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa menyatakan tidak akan mengajukan tanggapan. Hakim menyatakan sidang selanjutnya akan langsung dilaksanakan pemeriksaan saksi.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...