Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Ini yang Buat Proposal Anak Yatim Abal-abal di Kudus Ketahuan Bohongnya

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Karang Taruna Kecamatan Bae Zamrud Mustika Fitri mengaku dirugikan terkait adanya proposal abal-abal yang mencatut nama lembaganya untuk meminta sumbangan ke beberapa perusahaan dan instansi di Kudus. Apalagi, mereka menggunakan kedok santunan anak yatim sebagai sarana untuk medapatkan uang.

”Ini yang dicatut tak hanya nama lembaga, tapi kegiatannya mengatasnamakan anak yatim. Saya atas nama karang taruna merasa sangat dirugikan,” katanya.

Diceritakan dia, awal diketahuinya proposal aba-abal itu berawal di hari Sabtu (13/10/2018) lalu, ia mendapatkan laporan pengajuan proposal. Laporan dari pihak SPBU jalan Lingkar Utara turut Desa Bacin,Kecamatan Bae.

“Kemarin ada pihak SPBU yang menanyakan proposal kepada Karang Taruna. Intinya mengecek kebenaran proposal tersebut. Sebab ada kejanggalan oknum tersebut saat minta bantuan kepada pihak SPBU,” jelasnya.

Lanjutnya dia, ada dua orang yang memberikan proposal kepada pihak SPBU tersebut. Namun proposal tersebut diminta oleh pihak SPBU untuk ditinggal,tetapi oknum tersebut tidak mau dan proposalnya diminta lagi.

“Kebetulan dari pengelola kalau permintaan donasi atau sumbangan gak bisa langsung cair. Harus ada persetujuan pemimpinanya. Sebelum diberikan ke pimpinan, admin SPBU sempat mefoto proposal itu. Lalu ditanyakan kebenarannya kepada kami. Kebetulan adminnya teman saya,” lanjutnya.

Setelah dikroscek, pihak karang taruna ternyata tak pernah membuat kegiatan tersebut. Selain itu, di dalam proposal tersebut tidak sesuai dengan struktur organiasi sebenarnya.

“Sehingga saya pastikan proposal tersebut adalah abal-abal. Apalagi penulisan nama Ketua Karang Taruna itu bukan nama saya,”jelasnya.

Selain itu juga ada beberapa tulisan di dalam proposal yang salah. Salah satunya nama Camat Baeyang seharusnya Mintoro AP justru tertulis Soegiyanto.

“Saya takutnya kantor-kantor perusahaan di seputar jalan lingkar UMK sudah dikirimi proposal semua. Ini laporan yang masuk dari Karang Taruna Desa Bae ada beberapa TPQ sudah memberikan sumbangan, berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia akan melaporkan oknum penyebar proposal abal-abal tersebut kepada pihak yang berwajib.

”Saya sudah sempat laporan ke Kecamatan Bae dan ke Polsek, tetapi masih bersifat laporan sementara dan belum bikin surat resminya. Rencananya hari ini kami bikin laporan resminya,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...