Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

24 Korban Gempa Palu Asal Batang Dijemput Pulang Kampung, Begini Kesaksian Mereka

MuriaNewsCom, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang telah menjemput pulang 24 korban selamat dalam bencana gempa dan tsunami di Palu. Penjemputan dilakukan dalam dua gelombang, dan mereka dibawa ke kampung halaman.

Penjumputan gelombang pertama dilakukan beberapa hari lalu sebanyak 13 orang, dan Jumat (12/10/2018) hari ini kembali tiba 11 orang korban selamat di Kabupaten Batang. Sehingga total ada 24 korban gempa Palu yang dipulangkan ke Batang.

Tercatat ada 31 warga Kabupaten Batang yang bekerja di Palu sebagai kuli bangunan saat bencana tersebut terjadi. Dari Jumlah itu, 28 di antaranya selamat, satu meninggal dunia dan lainnya masih berada di Palu-Donggala.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, para korban selamat ini dipulangkan setelah hak-haknya selama bekerja di Palu telah dipenuhi oleh mandor yang mempekerjakan mereka.

“Sebanyak 11 korban selamat ini semula masih ditahan oleh mandor, karena merasa mempunyai tanggung jawab pada anak buahnya yang belum mendapatkan bayaran atau gaji. Namun setelah mendapat gaji para korban diperbolehkan pulang dan kemudian kami jemput di Palu,” katanya dilansir Antara.

Menurut dia, saat ini masih tersisa tujuh warga Batang yang masih berada di Sigi dan Donggala. Pemkab Batang menyatakan masih terus memantau perkembangan mereka apakah mau pulang ke atau bertahan bekerja di sana (Donggala-Palu).

“Kami akan fasilitasi jika mereka mau pulang ke Batang. Akan tetapi yang pasti warga Batang yang menjadi korban meninggal dunia di Donggala-Palu hanya satu orang,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih mengatakan 24 warga dari 31 warga Batang yang berada di Donggala-Palu telah dipulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Total ada 31 warga Batang yang ada di Palu. Yang dinyatakan selamat sebanyak 28 orang, karena 1 meninggal dunia. Para korban sempat transit beberapa saat di rumah dinas bupati,” terangnya.

Salah satu korban selamat gempa Palu asal Batang, Judi (36) mengatakan, ia bersama teman sekampungnya mengadu nasib dengan bekerja sebagai buruh bangunan di Palu.

“Kami sudah bekerja di Palu selama lima bulan. Akan tetapi, kami tak menyangka jika tempat bekerja digunjang gempa dan tsunami begitu dahsyat hingga memporak-poranda permukiman dan ribuan korban,” kata dia.

Ia bercerita, saat kejadian ia hanya pasrah dan terus mengumandangkan takbir. Ia mengaku melihat banyak korban tak selamat tertimpa bangunan. Ia berlari menyelamatkan diri, meski menyesal tak sempat menyelematkan para korban.

“Saat kejadian, saya hanya mengumandangkan takbir karena saya sudah pasrah dan hanya bisa pasrah. Saat itu, saya melihat banyak korban tertimpa bangunan dan meninggalkan di tempat tanpa sempat meminta tolong, namun saya tidak bisa menolong dengan kondisi yang sangat mencekam itu,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...