Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Makam Ibu Muda di Boyolali Dibongkar Polisi, Ini Kecurigaannya

0 5.544

MuriaNewsCom, Boyolali – Makam seorang ibu muda, Novi Septiyani di TPU Kyai Sundigong Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dibongkar polisi. Pembongkaran dilakukan lantaran kematian perempuan beranak satu itu mencurigakan.

Novi meninggal secara mendadak di usia 22 tahun pada Senin (1/10/2018) dini hari lalu. Meski demikian, pihak keluarga langsung memakamkan perempuan ini karena dianggap meninggal wajar. Polisi juga tidak mendapat laporan.

Namun beberapa hari kemudian, beredar kabar jika Novi meninggal secara tidak wajar. Kabar ini muncul lantaran saat proses memandikan jenazah, warga menemukan lebam seperti bekas kekerasan di tubuh korban.

Kabar ini pun sampai ke Polsek Musuk, yang langsung melakukan pendalaman. Akhirnya, Minggu (7/10/2018) kemarin, makam jenazah ibu muda ini dibongkar untuk dilakukan autopsi.

“Korban inisial NS (Novi Septiani), 22 tahun. Masih cukup muda. Pekerjaannya Ibu rumah tangga dan memiliki satu anak (yang masih kecil),” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Aries Andhi, Senin (8/10/2018).

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan pada sejumlah saksi. Di antaranya suami, orang tua korban, dan warga yang memandikan jenazah.

“(Autopsi) biar tidak ada pertanyaan dan muncul masalah di kemudian hari. Karena apabila jenazah korban dalam kondisi sudah terlalu lama, tidak bisa diketahui lagi apa yang menjadi penyebab kematiannya,” ujarnya.

Aries menyebut, pihaknya belum menetapkan tersangka, karena masih menunggu hasil pemerikasan. Menurutnya, jika nanti dipastikan korban meninggal karena proses pidana, maka polisi akan langsung melakukan tindakan.

”Hasil autopsi ini tergantung dari kondisi jenazah. Apabila dalam kondisi masih baik atau bagus memerlukan waktu lebih kurang dua hari, sedangkan apabila kondisi jenazah sudah rusak akan memerlukan waktu lebih kurang 1 pekan,” terangnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto menyatakan, selain keterangan temuan luka lebam pada tubuh korban, saksi juga mendengar suara tangan sebelum korban dikabarkan meninggal dunia.

“Kami menduga, ada tindak pidana dalam kematian korban. Tapi apa dan bagaimana masih kami selidiki,” katanya pada wartawan.

Dalam proses autopsi itu, Polres Boyolali bekerja sama dengan Biddokes Polda Jateng dan DVI Polda Jateng. Proses pembongkaran berlangsung aman dengan pengawalan petugas.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.