Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pencemaran Limbah Pemotongan Ayam di Tayu Diadukan ke Dewan

MuriaNewsCom, Pati – Perwakilan warga Desa Pondowan, Kecamatan Tayu melakukan audiensi di Kantor DPRD Pati, Jumat (5/10/2018). Mereka mengeluhkan limbah pemotongan ayam di desa setempat yang telah menyebabkan bau busuk dan sangat menganggu warga sekitar.

Salah satu warga Supriyadi mengatakan, warga Desa Pondowan terutama Dusun Krajan merasa terganggu dengan adanya limbah tersebut. Bahkan dirinya juga merasa keberatan dengan adanya usaha pemotongan ayam itu, apalagi lokasinya ditengah perkampungan warga.

“Dampak dari usaha itu sangat mencemaskan kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat sekitar. Aduan ketiga, warga ingin usaha pemotongan ayam itu pindah dari jauh pemukiman warga karena menimbulkan bau tak sedap, lalat, dan sumur tercemar,” jelasnya.

Selain itu, warga yang terkena dampak limbah usaha itu minta pertangungjawaban dan ganti rugi kepada pihak pengelola. Supriyadi mengaku, usaha itu sangat membantu perekonomian warga, namun pencemaran limbahnya sangat mengganggu.

“Kami sudah beraudiensi kepada dewan dan OPD terkait. Tindaklanjutnya, OPD terkait akan meninjau ke lapangan. Kami akan menunggu hasilnya apakah usaha itu diteruskan atau dipindah. Yang penting warga ini terhindar dari pencemaran bau dan limbah cair yang merembes ke sumur warga dan sawah,” terangnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Pati Adji Sudarmardji mengapresiasi penyampaian pendapat dari warga dengan cara baik-baik. Setelah melakukan peninjauan, ia mengatakan dari sisi peraturannya tidak harus ada izin karena ayam yang dipotong tidak lebih dari 1 ribu perhari. Namun apa yang terjadi disana, ada pencemaran limbah bau yang tak sedap dan bising.

“Untuk itu saya memberikan kesempatan kepada dinas terkait untuk melakukan pengkajian ke lapangan nanti hasilnya bagaimana saya berikan waktu sebulan,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...