Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Demak Diperiksa Kejati, Dugaan Korupsi Seleksi Perangkat Desa

MuriaNewsCom, Semarang – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memeriksa Bupati Demak, M Natsir. Pemeriksaan dilakukan atas dugaan korupsi seleksi perangkat desa di Kabupaten Demak pada tahun 2017.

Pemeriksaan dilakukan tim penyidik Kejati Jateng pada Rabu (3/10/2018). Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Kusnin, mengatakan bupati Demak diminta klarifikasinya berkaitan dengan penggunaan uang negara pada pelaksanaan proses tersebut.

“Kami tanya berkaitan dengan penggunaan APBD dalam kegiatan itu, dijawab tidak ada,” katanya kepada wartawan.

Kusnin menerangkan, pemeriksaan terhadap Bupati Demak tersebut baru sebatas klarifikasi. Dia juga mengatakan jika banyak kepala desa di Demak yang diperiksa terkait persoalan itu.

Kusnin menambahkan, pihaknya mencari tahu soal adanya uang negara yang digunakan untuk proses pemilihan perangkat desa di Demak. Menurutnya, yang tahu hal itu adalah bupati dan Badan Pengelola Keuangan.

“Jadi yang hanya sebatas klarifikasi apakah ada dana APBD yang dikeluarkan untuk proses seleksi pengisian perangkat desa tersebut menggunakan APBD. Yang bersangkutan menyebut tidak menggunakan anggaran sama sekali,” jelasnya.

Sementara dilansir Antara Jateng, dalam proses pemeriksaan yang berlangsung selama tiga jam itu, bupati Demak menyatakan, proses seleksi calon perangkat desa dibiayai oleh masing-masing calon melalui paguyubannya. Selain itu, proses seleksinya juga bukan dilaksanakan oleh penyelenggara pemerintahan.

Adapun iuran yang harus dikeluarkan untuk dalam ikut dalam proses seleksi tersebut rata-rata sebesar Rp 1,5 juta.

Menurut dia, penelusuran perkara ini juga merupakan rangkaian dari gugatan terhadap proses seleksi yang diduga menyimpang ke PTUN Semarang.

Meski bupati menyatakan tidak ada penggunaan uang negara dalam proses seleksi tersebut, Kusnin mengaku masih terus mendalami dengan mengumpulkan bukti dan saksi.

Ia menambahkan penelusuran dugaan penyimpangan dilakukan ke seluruh desa yang melaksanaan seleksi perangkat desa di Kabupaten Demak. “Ini kan masih tahap awal, masih klarifikasi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...