Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kudus dan Pelajar Sepakat Setop Narkoba

0 157

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajak para pelajar di kabupaten ini untuk memerangi narkoba. Untuk mewujudkannya Bupati dan Wakil Bupati Kudus, HM Tamzil-Hartopo bersama para pelajar menandatangan komitmen Kudus Anti Narkoba.

Penandatanganan ini digelar dalam sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang digelar di pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (3/10/2018).

Sosialisasi yang digelar Biro Kesra Provinsi Jateng dan BNN Jawa tengah tersebut diikuti 250 pelajar, terdiri dari perwakilan SMP/MTS dan SMA/SMK/MA.

Tamzil dalam sambutannya menegaskan, narkoba merupakan masalah serius yang mengancam generasi penerus bangsa. Setiap hari jumlah pengguna narkoba terus meningkat, tidak hanya di kota tetapi sudah masuk di desa-desa.

“Narkoba merupakan masalah serius, banyak narkoba jenis baru bermunculan untuk menghancurkan generasi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pelajar untuk tidak mendekati narkoba. Dengan menjadikan narkoba sebagai musuh, pelajar dan masyarakat harus bersatu untuk memeranginya.

“Anggaplah narkoba musuh kita, oleh karena itu kita harus berasama-sama untuk memeranginya,” ungkapnya.

Tamzil berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi formalitas, akan tetapi diwujudkan dalam langkah nyata. Dengan dimulai menanamkan sikap antinarkoba dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan.

“Oleh karena itu acara ini jangan hanya sebagai formalitas, mari kita wujudkan langkah nyata terhadap diri kita sendiri, terhadap keluarga kita dan lingkungan kita,” imbuhnya.

Sementara Kepala BNN Jateng  Muhammad Nur menyebutkan, Indonesia berada dalam darurat narkoba. Di Jawa Tengah sendiri penyalahgunaan narkoba mencapai lebih dari 300.000 jiwa.

Dari angka tersebut 50,34% berstatus sebagai pekerja, 27,32% berstatus pelajar, dan 22,34% adalah pengangguran. Hal tersebut tak terlepas dari modus operandi penyelundupan narkoba yang terus berkembang.

“Modus operandi penyelundupan narkoba terus berkembang, mulai dari merekatkan narkotika pada bagian tubuh tertentu, hingga menelan narkotika yang sudah dipacking,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.