Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Produksi Garam Industri di Pati Perlu Dikembangkan

MuriaNewsCom, Pati – Potensi pertanian garam di Kabupaten Pati, seharusnya menjadikan para petani terus berinovasi untuk memproduksi garam industri. Ini mengingat, kebutuhan garam indutri dengan kualitas ekspor, di Indonesia sangat minim. Selain itu, harga jualnya juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan garam konsumsi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Edy Martanto mengatakan, saat ini yang bisa membuat garam industri itu hanya PT Garam (persero).  Itupun jumlahnya baru mencapai 10 persen dari total kebutuhan impor.

“Impor itu kan 3,7 juta ton. Sementara PT Garam saat ini hanya mampu memproduksi garam industri sebanyak 300an ton. Itu kan belum ada 10 persennya. Jadi peluangnya sangat bagus apabila petani mampu memproduksi garam industri ini,” ungkapnya.

Lebih dari itu, apabila melihat luas garam di Kabupaten Pati, tentunya akan menghasilkan garam industri yang banyak. Tetapi, kendalanya memang petani garam di Pati ini ingin cepat mendapatkan uang. Mengenai kualitas garam, terkadang belum terpikirkan.

“Coba kita lihat, di lahan gama itu banyak petani yang mengeruk garamnya dengan kadar Natrium klorida (NaCI) yang rendah, bahkan kurang dari 90 persen. Mungkin karena terdesak kebutuhan, jadi mereka ingin cepat panen,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, untuk garam industri tersebut memang ada kualifikasinya tersendiri, terutama kandungan NaCI harus tinggi, yakni di atas 95 persen. Itu pun membutuhkan panas mata hari yang tinggi juga, sehingga proses pengeringan lebih maksimal.

“Penyebabnya macam-macam, salah satunya adalah rendahnya salinitas air laut. Untuk mencapai standar garam industri, diperlukan proses pengolahan lebih lanjut. Namun, di daerah lain sudah ada teknologi seperti teknologi tanel, prisma dan lain-lain yang digunakan untuk memproduksi garam industri itu,” terangnya.

Dia berharap, petani garam di Pati ini tidak melulu memproduksi garam konsumsi, karena kebutuhan terbesar justru adalah garam industri.

“Kami mulai memikirkan itu. Kita akan coba dengan berbagai macam cara untuk membuat garam industri di Pati ini,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...