Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

HUT ke-73, Kodim 0722/Kudus Gelar Kirab Pusaka

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pelajar dan masyarakat Kudus mengikuti kirab budaya di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (3/10/2018). Kirab tersebut dalam rangkan pekan raya TNI Manunggal Rakyat HUT TNI ke-73 tahun 2018.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kirab budaya dimulai di depan Kantor Bupati Kudus menuju Makodim 0722/Kudus. Kirab dibuka dengan pertunjukan marching band dari SMK Wisuda Karya Kudus. Setelah itu, baru para pelajar dan masyarakat menampilkan pagelaran budaya.

Mereka menampilkan pagelaran budaya di depan orang nomor satu di Kota Kretek, M. Tamzil bersama forkompinda Kabupaten Kudus. Mulai dari penampilan pakaian adat Ikat Kudusan hingga penampilan kreasi tarian jenang Kudus.

Uniknya, dari sekian penampilan ada pameran yang jarang ada di Kabupaten Kudus, yakni pameran pusaka. Ada sebanyak tiga pusaka yang dikirab dari depan pendopo Kabupaten Kudus menuju Makodim 0722/Kudus.

Pertama yakni keris pusaka Kyai Jaya Jigang. Sebuah keris lurus menggambarkan tegaknya iman dan tauhid. Serta melambangkan kejayaan pedagang, sebagai mana kota Kudus adalah kota pedagang.

Kemudian keris yang kedua yakni, Kyai Tulak. Keris tersebut menggambarkan doa yang bertujuan dalam keadaan baik. Dalam hal ini, mendapatkan perlindungan dari Tuhan yang Maha Esa.

Terakhir pusaka yang ketiga adalah Kyai Kanjeng Panjeka. Adalah sebuah tombak lurus peninggalan kerajaan majapahit. Tombak ini menggambarkan doa kepada Tuhan yan Maha Esa, supaya Kudus tetap Makmur.

Bupati Kudus M. Tamzil dalam sambutannya mengucapkan dirgahayu HUT TNI ke-73 tahun 2018. Hubungan sinergitas hubungan antara TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus berjalan baik.

“Momen HUT ini supaya terus bekerja keras membangun Kota Kudus. Kudus tidak berjalan dengan baik tanpa peran pemerintah dengan aparat seperti TNI,” jelasnya.

Ia mengatakan kegiatan pagelaran budaya ini adalah bentuk kepedulian TNI dalam melestarikan budaya. Selain itu, pagelaran ini juga menunjukan bukti TNI tidak ada jarak antara TNI dengan masyarakat.

“Mari kita jaga bersama Kudus tercinta ini agar tetap suasan kondusif. Supaya ke depannya agar Kudus memiliki citra baik,” tandasnya.

Secara terpisah Pasi Intel Kapten (Inf) Ibnu Latifur Rokhman sekaligus ketua Panitia mengatakan selain adanya kirab pagelaran budaya. Ada pula pameran pusaka. Pusaka yang dipamerkan berjumlah 469 pusaka. Baik yang terdiri dari keris dan tombak.

“Jumlah keris yang kami pamerkan berjumlah 469 tahun. Sesuai dengan umur Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Sementara itu, pekan raya TNI manunggal rakyat berlangsung hingga Jumat (5/10/2018) mendatang. Puncak acaranya yakni ada pagelaran wayang kulit.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.