Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Desain Pasar Rogowongso Disoal Komisi B DPRD Pati

MuriaNewsCom, Pati – Revitalisasi pasar Rogowongso yang dibuat menjadi dua lantai, ternyata tidak membuat pedagang semakin senang. Justru, banyak pedagang yang berada di lantai atas merasa kecewa lantaran kondisinya makin sepi. Apalagi, terkait zonasi penjualan yang selama ini dinilai tidak tegas dalam penanganannya.

Anggota Komisi B DPRD Pati Noto Subianto mengatakan, desain pasar lantai dua itu memang sangat tidak tepat dengan kondisi masyarakat Pati. Meskipun sudah ada parkir di lantai dua, tetapi banyak masyarakat yang enggan untuk naik.

“Masyarakat Pati jangan disamakan dengan masyarakat Jakarta. Kalau di Jakarta, pasar tingkat tidak menjadi masalah. Tapi kalau di Pati, mereka tidak mau, karena masyarakat pinginnya yang simple,” ungkapnya, Rabu (3/10/2018).

Terbukti, ketika revitalisasi pasar sudah selesai dan pedagang mulai menempati pasar yang baru, ternyata masih banyak pembeli yang lebih senang menyerbu lantai bawah. Sebab, ketika mereka membawa barang tidak perlu repot harus naik turun.

Ditambah lagi, saat ini sebagian besar pembeli di pasar adalah para orang tua yang tidak bisa menggunakan kendaraan. Praktis, mereka lebih memilih pasar bawah untuk meringankan tenaganya. Resikonya, kondisi pedagang yang ada di lantai atas menjadi sepi.

“Pembuatan pasar itu juga harus memperhatikan kondisi masyarakat. Kalau masyarakat yang datang ke pasar rata-rata adalah orang tua, tidak perlu pasar itu dibuat bertingkat. Di tata lebih rapi dan fasilitasnya dilengkapi serta kebersihannya di jaga, itu sudah cukup,” tegasnya.

Dirinya juga meminta agar sosialisasi untuk pedagang pasar Rogowongso yang bagian atas juga harus sering dilakukan. Itu untuk memaksimalkan agar para pembeli juga berkenan naik ke laintai atas.

Pihak pengelola pasa juga bisa memaksimalkan pengawasan dalam hal penataan zonasi yang sebelumnya sudah dilakukan. Misalnya, dengan memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang nekat melanggar zonasi tersebut.

“Untuk kedepannya, kami akan mengusulkan agar dalam merevitalisasi pasar juga harus memperhatikan kondisi masyarakat. Jangan sampai setelah pasar direvitalisasi, ternyata kondisinya makin sepi. Nanti kasihan para pedagang,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...