Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hebat, 4 Siswa di Kudus Ini Ubah Tanaman Akar Anting-anting Jadi Obat Asam Urat dan Kolestrol

MuriaNewsCom, Kudus – Tanaman akar anting-anting selama ini hanya dianggap rumput yang tidak bermanfaat. Bahkan cenderung banyak yang menganggap tanaman akar anting-anting adalah sampah. Namun ditangan empat siswa MA NU Nurul Ulum Jekulo tanaman tersebut menjadi lima produk obat penyakit urat dan kolestrol.

Mereka adalah Adelita Pratiwi, Naeli Rohmah, Nurul Lailiyah dan Moh Alwi Sihabuddin. Sebelumnya keempat siswa tesebut mendapatkan juara 1 dalam lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) 2018 ditingkat Jawa Tengah.

Awalnya mereka memang ada keinginan keikutsertaan mengikuti ajang Krenova yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kudus. Empat siswa tersebut dibimbing oleh guru pembimbng untuk mencari ide inovasi. Setelah itu, mendapat juara satu ditingkat Kabupaten Kudus. Selanjutnya mewakili Kudus ditingkat Jawa Tengah.

“Kami melihat tanaman akar anting-anting banyak dilingkungan warga. Namun dibiarkan begitu saja bahkan dianggap sebagai rumput liar. Namun setelah saya melihat ada saudara yang mengidap asam urat. Ia mengkonsumsi tanaman anting-anting, terutama yang dikonsumsi bagian akarnya. Ternyata tanaman tersebut dapat menyembuhkan asam urat dan kolestrol,” jelas salah satu siswa Adelita Pratiwi.

Melihat hasil tersebut, ia bersama tiga teman dan guru pembimbingnya langsung melakukan observasi dan percobaan. Hingga akhirnya, jika memang tanaman tersebut bisa menjadi obat asam urat dan kolestrol.

“Setelah enam bulan lamanya, akhirnya tanaman anting-anting dikemas menjadi lima produk. Yakni akar kering atau simplisia, sirup, kapsul, permen, keempat produk tersebut memanfaatkan bagian akar. Produk kelima berupa keripik memanfaatkan bagian daun anting-anting,” jelasnya.

Pada pembuatan obat dari tanaman tersebut, keempat siswa tersebut dibimbing oleh dua guru. Mereka adalah Umi Habibah dan Faiz Nor Farida. Mereka mengaku pada proses menciptakan produk tersebut cukup sulit. Apalagi ketika membuat bentuk kapsul atau serbuk dari tanama akar anting-anting.

“Untuk membuat simplisia akar anting-anting, semua kesulitan mencari alat pengeringnya. Karena harus dikeringkan dengan suhu 50 – 60 dejarat celcius, sementara alat oven paling rendah 100 derajat celcius. Ketika memakai oven, bisa merusak kandungan zat dalam akar anting-anting. Sementara ketika membeli, harganya cukup mahal,” jelas Umi Habibah salah satu guru pembimbing.

Kedepanya, ia akan berupaya untuk mendorong siswa untuk membuat produk yang sama namun dengan tanaman herbal lain. Apalagi selama ini Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan tanaman herbal paling banyak.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...