Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lagi Ramai Penerimaan CPNS, Pria dari Grobogan Ini Ngaku Intel Kopasus Tipu Emak-emak Nyaris Semiliar

0 3.077

MuriaNewsCom, Kendal – Musim perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tengah ramai dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan. Seorang warga Kabupaten Grobogan menyaru sebagai intelelijen Kopassus dan menjanjikan bisa memasukkan orang menjadi PNS dan anggota TNI.

Intel gadungan berinisial Ks (43) warga Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Grobogan, ini pun berhasil menguras uang korban yang totalnya hampir satu miliar rupiah.

Korbannya adalah Ruswati, warga Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Ia dijanjikan ketiga anaknya akan dijadikan anggota TNI dan PNS.

Modusnya, pelaku menghubungi korban melalui telepon dengan berpura-pura salah sambung. Pelaku kemudian mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas sebagai Intelijen Kopassus di Solo.

Pelaku mengatakan kepada korban akan menjalani pendidikan mayor di Bandung. Dan setelah pendidikan selesai, ia mengaku akan ditempatkan di Kodam IV/Diponegoro sebagai panitia penerimaan atau seleksi anggota TNI yang dapat memasukkan anak-anak korban menjadi pegawai.

“Pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang secara bertahap dengan total sebesar Rp 859 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho, Sabtu (29/9/2018).

Setelah mengeruk uang dari korban, janji-janji yang disampaikan pelaku tak terwujud. Korban pun meminta agar uang itu dikembalikan, namun pelaku selalu berkelit. Akhirnya kasus itu dilaporkan ke polisi.

Setelah mendapat laporan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil melacak lokasi persembunyian pelaku. Polisi bergerak untuk melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari hasil interogasi kepada pelaku diketahui jika aksinya itu sudah berlangsung sejak Agustus 2017. Kini pelaku harus mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 KUHP yakni penipuan secara berkelanjutan.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.