Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puluhan Orang Keracunan Makanan Pecel di Acara Tahlilan

MuriaNewsCom, Banyumas – Peristiwa keracunan massal terjadi di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Sebanyak 20 orang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami tanda-tanda keracunan usai menyantap makanan yang disajikan dalam acara tahlilan.

Puluhan orang yang mengalami keracunan itu berasal dari RT 05 RW 01 Desa Kediri. Sebelum mengalami keracunan pada Kamis (27/9/2018) malam mereka mengikuti acara tahlilan rutin, yang malam itu digelar di rumah Tursito.

Saat tahlilan itu, warga memakan pecel yang disajikan. Usai memakan pecel, warga belum merasakan apa-apa, namun keesokan harinya Jumat (28/9/2018) sejumlah warga mulai muntah-muntah, pusing dan keluar keringat dingin.

Kapolsek Karanglewa AKP Sus Irianto mengatakan, dugaan sementara penyebab keracunan adalah makanan pecel yang disantap usai tahlilan.

“Kami masih melakukan pendalaman mengenai kejadian ini. Dugaan sementara karena bumbu pecelnya, kami terus melakukan penyelidikan,” katanya dikutip dari metrojateng.com, Sabtu (29/9/2018).

Ia menyatakan, saat ini kondisi korban sudah mulai berangsur membaik. Korban keracunan telah mendapat penanganan tim medis di sejumlah rumah sakit, sehingga tidak ada korban jiwa.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto mengatakan, untuk korban yang merasakan gejala keracunan makanan sebanyak 20 orang dan 17 di antaranya dirujuk ke rumah sakit. Dari 20 orang yang keracunan, terdiri 1 anak, 1 remaja, dan 18 lainnya dewasa.

“Sebanyak 17 orang dirujuk ke beberapa rumah sakit. Di antaranya RS Ajibarang 10 orang, RS Hermina 2 orang, RS Aghisna 2 orang RS Islam Purwokerto 3 orang,” ujarnya.

Ia juga menyebut dugaan sementara penyebab keracunan adalah infeksi bakteri pada makanan. ”Kami terus melakukan identifikasi, belum bisa disimpulkan,” terangnya.

Menurutnya, Dinkes Banyumas akan mengirim sample makanan ke laboratorium kesehatan yang berada di Semarang. Hasilnya akan diketahui dalam tiga pekan ke depan.Dikatakan, untuk melakukan identifikasi sedikit sulit karena kejadian sehari sebelumnya.

“Kalau mendengar keterangan dari pemilik rumah yang punya hajat, kemungkinan dari makanan basah yang disuguhkan. Sebab, makanan basah memang riskan terhadap bakteri atau mungkin juga makanan kurang higienis,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...