MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Edisi September, FASBuK Bakal Tampilkan Musik dan Diskusi Tanpa Batas

0 254

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) bakal kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Pada edisi September 2018 ini, FASBuK akan menampilkan pertunjukan musik dan diskusi “Tanpa Batas” di Lapangan Basket Universitas Muria Kudus, Sabtu (29/9/2018) pukul 19.30 WIB lusa. Mereka adalah seniman muda asal Kudus yang tergabung dalam kelompok musik etnik Amburadul.

Ketua Badan Pekerja FASBuK Arfin AM mengatakan, edisi kali ini adalah sebuah karya kreatifitas baik itu tradisi maupun modern. Kedua dipadukan menjadi sebuah sajian kreatif yang tidak memiliki sekat atau batasan.

“Dari hasil kolaborasi ini, diharapkan dapat memotivasi kelompok musik dari berbagai genre lain untuk dapat menciptakan karya kreatifnya demi menjaga kebudayaan pada ‘zaman now’,” jelasnya.

Ia mengatakan pada edisi bulan September ini mengangkat sebuah pertunjukan dari beberapa seniman muda Kudus. Baik dari yang berasal dari pemusik tradisi juga modern. Mereka tergabung dalam kelompok musik etnik Amburadul.

“Beberapa alat musik yang akan dimainkan antara lain alat musik ritmis dan melodis. Seperti, Drum, Guitar, Bass, Keyboard, Saron, Demung dan Kendang jaipong. Tentu saja aransemen yang disajikan akan menghasilkan nuansa kontemporer.

Setelah pertunjukan, FASBuK membuka ruang diskusi dan tanya jawab bersama para penampil. Dengan adanya diskusi itu, harapannya nanti untuk mengenal lebih dalam proses penciptaan karya-karya yang disajikan.

Sementara itu, FASBuk Berdiri sejak 12 Januari 2019 lalu. FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Secara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya. Diantaranya Apresiasi sastra, Sarasehan Budaya, Pertunjukan Musik, Tari dan Pementasan Drama/Teater, dan sebagainya.

“Tentunya yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya,” tutupnya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.