Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kemarau Tinggal Sebentar, Petani Garam di Pati Genjot Produksi

MuriaNewsCom, Pati – Para petani garam Kabupaten pati memprediksi bahwa hujan akan berangsur turun pada pertengahan November ini. Tak ayal, mereka bekerja keras untuk terus memproduksi garam dengan memanfaatkan sisa musim kemarau tahun ini. Meskipun hanya spekulasi, tetap mereka tetap yakin bakal panen sebelum hujan tiba.

Ahmad Fauzi (32) petani garam Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana mengaku berspekulasi untuk memproduksi garam di akhir musim panas ini. Namun, dirinya tetap optimistis akan bisa panen hingga pertengahan Oktober mendatang.

“Ini sudah berjalan sekitar tiga minggu dari awal produksi. Sementara untuk maksimal lama produksi dari air menjadi kristal, setidaknya butuh waktu 40 hari hingga dua bulan. Tapi kalau melihat kondisi panans beberapa akhir ini, garam akan lebih cepat mengkristal,” ungkapnya, Kamis (27/9/2018).

Dirinya mengaku, meskipun semalam sempat terjadi hujan di beberapa wilayah di Kabupaten Pati, tetapi itu tidak begitu berpengaruh terhadap produksi. Mengingat, pagi hingga siang harinya cuaca tetap panas, sehingga proses pemanasan air gram tetap stabil.

“Intensitas hujannya kan tidak terlalu panjang, hanya sebentar saja. Itu pun tidak terlau deras, sehingga air garam masih bisa tertolong degan panas yang saat ini,” imbuhnya.

Meski demikian, dirinya tetap khawatir apabila dalam waktu dekat ini terjadi hujan susulan dengan intensitas yang tinggi. Sebab, itu akan membuat proses produksi garam terancam gagal.

“Tapi kami sudah mengantisipasi dengan hanya memproduksi skala kecil. Jadi, kalau sewaktu-waktu terjadi hujan, kerugian yang kami tinggung tidak begitu banyak,” jawabnya.

Tidak hanya Fauzi, petani lain yang berada di Kecamatan Trangkil juga sedang berspekulasi untuk memproduksi garam. Hal itu lantaran musim panen sudah berlangsung pada akhur bulan Agustus kemarin. Tetapi, karena cuaca masih mendukung, mereka tetap meproduksi lagi.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...