Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gerebek Kades Wedusan saat Diduga Melakukan Mesum, 3 Warga Malah Dipolisikan

MuriaNewsCom, Pati – Perisiwa menggemparkan penggerebekan Kepala Desa (kades) Wedusan, Kecamatan Dukuhseti yang diduga melakukan mesum di kebun singkong miliknya pada 16 Juli 2018 lalu, ternyata berbuntut panjang. Pihak Kades, yakni Ali Mastur melaporkan balik tiga warganya, yakni Tukimin, Sudarto dan Suyatno ke Polisi dengan tuduhan penculikan, perampasan dengan ancaman kekerasan dan penghinaan.

Namun oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa tengah (Jateng) Taufik Hidayat  yang mendampingi terlapor, laporan tersebut dinilai tidak tepat. Tuduhan warga melakukan tindak pidana penculikan atau perampasan dengan ancaman kekerasan sangat tidak benar dan tidak berdasar.

Karena warga desa Wedusan tidak ada satupun yang melakukan kekerasan atau penculikan terhadap Kepala Desa Wedusan pada saat kejadian tersebut. Yang ada warga malah mengamankan Kades ke kantor desa. Karena semakin banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi penangkapan.

“Jadi perkara ini bisa dikatakan membalikan fakta dan kriminalisasi warga. Wong warga menyelamatkan oknum kades wedusan dari amukan warga, malah dilaporkan polisi,” tegas Taufik.

Dia juga menceritakan, ketiga terlapor sebelumnya memergoki Kades Wedusan di Hutan Desa Wedusan diduga sedang berbuat mesum dengan seorang wanita yang bernama Siroh yang juga warga setempat. Selanjutnya ketiga terlapor bersama ratusan warga membawa oknum kades desa Wedusan ke kantor kelurahan.

Sesampainya di kantor kelurahan massa semakin banyak datang ke kantor desa Wedusan. Akhirnya demi menyelamatkan Kades tersebut, warga menghuhungi polisi dan membawa kedua pasangan mesum itu ke Polsek Dukuhseti. Tetapi, ratusan warga itu tetap mengikuti Kadesnya hingga ke Mapolsek.

“Karena Situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, kedua pasangan itu kemudian dibawa ke Mapolres untuk diamankan. Jadi, kalau tiga warganya itu dilaporkan, itu sangat tidak berdasar,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.