Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Yenni Wahid Dukung Jokowi, Gusdurian Jateng-DIY Pastikan Tak Berpolitik Praktis

0 13.500

MuriaNewsCom, Semarang – Putri Gus Dur, Yenny Wahid, menyatakan sikap politiknya dalam Pilpres 2019. Yenni menyatakan bersama sejumlah jaringan pecinta Gus Dur mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Meski demikian, sikap politik Yenni ini disebut tak mewakili jaringan Gusdurian. Presidium Gusdurian Jateng-DIY, Yunantyo Adi S menyatakan, Gusdurian bukan gerakan politik, melainkan gerakan sosial.

Oleh karenanya menurut dia, Gusdurian Jateng-DIY akan tetap berkomitmen untuk tak masuk dalam politik praktis. Hal ini menurut dia, juga sudah sesuai dengan pernyataan putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid sebagai Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian.

Menurut Yas, panggilan akrab Yunantyo Adi, sikap Yenni tidak mewakili sikap jaringan Gusdurian secara nasional.

“Itu sikap Mbak Yenny, tidak mewakili sikap Jaringan Gusdurian. Gusdurian itu imamnya Mbak Alissa Wahid. Kalau Mbak Yenny mungkin atas nama Barikade Gus Dur atau mungkin konsorsium kader-kader Gus Dur yang berpolitik praktis atau mungkin lainnya saya kurang paham,” kata Yas kepada MuriaNewsCom, Kamis (27/9/2018).

Ia menyebut, secara organisasi Gusdurian tidak masuk ranah politik praktis, apalagi terlibat dalam kegiatan dukung mendukung calon yang berkontestasi. Meski demikian, jaringan ini tak bisa melarang orang-orang di dalam Gusdurian untuk terlibat politik praktis. Namun tidak bisa memakai nama jaringan Gusdurian.

“Yang jelas kalau Gusdurian ya mengikuti arahan Mbak Alissa, yang seperti itu tadi, tidak masuk wilayah politik praktis. Kalau ada yang mau ke ranah politik praktis, menurut Mbak Alissa dilarang menggunakan nama Gusdurian, tapi silakan kalau dalam kapasitas yang lain,” ujarnya.

Yas kembali memastikan bahwa Gusdurian bergerak di bidang sosial dan demokrasi. Tidak masuk ranah politik praktis. Menurut dia, Gusdurian adalah gerakan kultural, sehingga siapapun bisa mengaku jadi seorang Gusdurian.

“Anggota Gusdurian pun tidak terbatas pada warga NU, tapi juga lintas agama,” jelasnya.

Sebelumnya, Yenni Wahid memastikan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di rumah Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Sementara Alissa Wahid, melalui akun Twitternya, Selasa (25/9/2018) menegaskan bahwa jaringan Gusdurian secara organisasi tidak berpolitik praktis.

Namun dirinya mempersilahkan orang-orang di dalam Jaringan Gusdurian untuk menyalurkan hak politiknya.Ia juga menjelaskan, jaringan Gusdurian tidak melakukan pengorganisasian terhadap anggota Gusdurian yang akan menyalurkan hak politiknya tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.