Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Pastikan Tetap Komitmen Jalan di Jateng Tanpa Lubang

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meningkatkan anggaran untuk proyek infrastruktur di provinsi ini. Kenaikannya menurut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mencapai 3 kali lipat, dari sebelumnya Rp 500-700 miliar menjadi Rp 2,1 triliun.

Peningkatan anggaran itu menurut Ganjar, akan berdampak pada berbagai infrastruktur, termasuk infrastruktur transportasi. Ia menyebut, dengan kenaikan anggaran maka jalan rusak atau bolong pun semakin berkurang.

Ganjar menyebut, sampai saat ini pihaknya tetap bertekad mewujudkan Jawa Tengah tanpa lubang. Namun untuk mewujudkannya, sinkronisasi penanganan jalan antar kewenangan pusat, provinsi dan kabupaten/ kota menjadi penting untuk menjaga kondisi jalan dalam keadaan mantab sepanjang tahun.

Dalam lima tahun ke depan, menurut Ganjar, Jateng akan mempunyai 9 waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air terutama untuk para petani.

Selain waduk, 4 bandara yaitu Ahmad yani (Semarang), Jenderal Sudirman (Purbalingga), Bandara Karimunjawa dan Bandara Cepu Blora terus digenjot untuk meningkatkan perekonomian terutama di sektor wisata.

“Setiap hari saya bisa langsung mengontrol pekerjaan setiap dinas terkait lengkap dengan foto dan waktunya, laporan real timeno picture berarti hoax,” ujarnya.

Ganjar juga mengatakan, Jateng saat ini sedang menyiapkan moda transportasi massal berupa kereta api. Jalur kereta api yang dulu dibuat pemerintah Belanda banyak yang hilang, namun  banyak pula yang potensi dan akan dihidupkan lagi.

“Desainnya sudah disiapkan, karena Jateng sedang mempersiapkan moda transportasi massal. Dan saya kira kereta api yang terbaik,” terangnya.

Ia menjelaskan, jalur kereta api buatan Belanda masih ada meskipun tidak sedikit rel yang hilang. Jalur-jalur kereta api masih mempunyai potensi bagus dan akan ditambah terus, melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia agar hasilnya lebih baik.

Reaktivasi jalur kereta api di Jateng sudah dilakukan sejak awal kepemimpinannya lima tahun lalu, dan hingga kini masih terus berjalan. Saat ini reaktivasi mengarah di wilayah utara dan jalur tengah.

Untuk wilayah utara meliputi Semarang-Grobogan-Blora, sedangkan jalur tengah yang akan dihidupkan adalah jalur Purworejo-Magelang-Wonosobo.

“Selain itu, diharapakan beberapa daerah yang mempunyai potensi wilayah akan didorong kereta api wisata, karena ke depan kita butuh transportasi massal,” ungkap gubernur.

Terkait anggaran, kata dia, seluruhnya berasal dari pusat. Semua kebutuhan dana dihitung oleh Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia. Sedangkan Pemprov Jateng hanya mengajukan permintaan reaktivasi jalur kereta api.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...