Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sandiaga Uno Bingung Ada Tempe Sachet Harga Rp 350 di Semarang

0 5.339

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno kaget dan bingung melihat ada tempe yang dijual secara sachet atau kemasan. Tempe sachet ini ditemukannya saat Sandiga blusukan ke Pasar Wonodri, Kota Semarang, Senin (24/9/2018).

Tempe sachet yang dimaksud adalah tempe yang dijual dengan potongan tipis dan dibungkus plastik transparan. Salah satu pedagang di Pasar Wonodri yang menjual tempe itu adalah Yani. Tiap bungkus tempe dijual dengan harga Rp 350.

”Ini inovasi yang dilakukan Ibu Yani. Jadi bukan sampo saja yang sachet. Tempe juga begitu. Ini mengantisipasi naiknya harga tempe,” kata Sandi.

Sandi mengaku takjub dengan kreasi pada pedagang maupun UMKM yang bisa mencari celah dari gejolak ekonomi. Salah satunya yang dicontohkan pedagang bernama Yani yang menjual tempe dengan potongan kecil.

Biasanya menurut Sandi, tempe dijual dalam bentuk besar dan panjang yang kadang kala juga dibungkus dengan plastik, daun pisang atau daun pohon jati.

“Pada umumnya, para pedagang yang saya temui di pasar ini memang mengeluhkan tingginya harga-harga penjualan yang menurun,” jelasnya.

Sandi dan Zulkifli Hasan mengamati tempe sachet yang dijual pedagang di Pasar Wonodri, Semarang. (Foto : detik.com)

Sementara pedagang bernama Yani mengaku sudah cukup lama membuat tempe sachet karena cukup diminati pedagang tempe penyet.

Ia juga mengaku ketika harga kedelai tinggi, jumlah kedelai yang digunakan dikurangi. “Ini yang suka pedagang tempe penyet. Ya ini kreasi saya,” ujar Yani.

Di pasar ini, Sandi yang melakukan blusukan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga membeli tempe yang disebutnya tempe sachet itu. Ia juga membeli ikan panggang.

Saat berdialog dengan pedagang dan pembeli di pasar itu, Sandi juga mendapat keluhan tentang sistem kerja kontrak. Keluhan ini muncul ketika Sandi bertanya kepada warga sulit atau tidak mencari pekerjaan di Kota Semarang.

Terkait keluhan itu, Sandi menyatakan nantinya jika terpilih pihaknya akan merevisi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

”Nanti akan kita revisi. Apalagi ada beberapa ketetapan pemerintah yang makin membebani, maka lihat ke depan para pekerja dilatih, ada ketetapan, ada rasa mantap,” pungkas Sandi.

Selain di pasar, rombongan Sandiaga juga menyambangi kantor Muhammadiyah Jawa Tengah, Komunitas Desa Wisata Kandri serta bertemu dengan para caleg dan kader PAN se-Jawa Tengah.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.