Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hebat! Pemuda di Kudus Ini Sulap Batok Kelapa Jadi Mesin Penghasil Uang

MuriaNewsCom, Kudus –  Limbah tidak selamanya akan menjadi sampah. Melalui kreatifitas, limbah yang dipandang sebelah mata justru bisa diubah menjadi mesin penghasil uang. Salah satunya adalah seperti batok atau tempurung kelapa.

Adalah Tiar Bachroni (24) pemuda asal Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan. Berawal dari rasa prihatin atas banyaknya limbah batok kelapa yang terbuang menjadi sampah, ia sukses membuat kerajian yang bernilai tinggi. Apiknya lagi, kreasi batoknya itu berhasil menembus pasar Internasional, hingga ke Filipina dan Inggris.

Di tangan kreatif Roni (sapaan Bachroni) batok kelapa itu disulap menjadi beberapa bentuk macam kerajian. Mulai dari gantungan kunci, sendok, gelas, mangkuk, lampu hias, miniatur, tas, hingga helm dari batok kelapa.

Kepada MuriaNewsCom, Roni mengaku menekuni kerajian batok sejak duduk dibangku SMA kelas 12. Tepatnya, pada tahun 2012 lalu. “Pada saat itu saya melihat batok kelapa terbuang sia-sia. Kemudian saya tertarik untuk membuat gantungan kunci dari batok kelapa. Dari saya saya mulai untuk membuat kerajinan dari batok kelapa,” katanya.

Tiar Bachroni (24) pengrajin batok kelapa menunjukan produk kerajinanya. (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji).

Namun karena terbentur waktu, usaha kerajinan dari batok sempat terhenti. Beruntung, saat ia kuliah semester empat, ia kembali menekuni usaha kerajian batok tersebut. “Pada waktu itu saya mendapatkan saran dari teman-teman untuk lebih mengembangkan ke produk-produk lain yang lebih menarik,” lanjut pemuda lulusan lulusan Hukum Ekonomi Islam UIN Wali Songo Semarang itu.

Adapun harganya relatif murah dan tidak membuat kantor bolong. Anak kedua dari empat bersaudara itu mematok harga kerajinannya mulai dari Rp 1.500 sampai Rp 105 ribu. Tergantung dari jenis kerajinan dan tingkat kerumitannya.

“Kalau pekerja cuman ada dua pekerja termasuk saya dan dibantu satu pekerja. Namun setiap hari terus memproduksi. Seperti mangkuk ini kami setiap harinya rata-rata memproduksi 30-40 biji perhari,” ujarnya sambil menunjukkan kreasinya.

Kini batok kelapa dari tangan Roni telah menembus pasaran internasional. Produk-produk dari batok kelapanya terjual hingga Filipina dan Inggris. “Maret lalu, ada permintaan dari Filiphina. Juli juga ada pesanan dari Inggris,” kata dia.

Adapun produk yang paling laris di dua negara tersebut adalah produk kebutuhan rumah tangga. Seperti mangkuk, gelas, sendok dan sebaginya. Termasuk, di pasar dalam negeri yang paling diminati juga barang-barang tersebut.

“Pemasaran produk kerjainan batok kelapa saya melalui media sosial (medsos) serta market place daring. Namun tidak memungkiri masyarakat di sekitar Kudus untuk langsung datang sendiri kesini,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...