Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sosok Gaib Tanggap Ketoprak di Growong Kidul Pati, Ternyata Begini Faktanya

MuriaNewsCom, Pati – Beredar isu adanya sosok mahluk gaib bernama Sri Wahyuni di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana yang mengadakan pertunjukan ketoprak di desa setempat, ternyata menyita perhatian banyak masyarakat. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang bertanya-tanya dan tidak percaya dengan isu tersebut.

Apalagi, isu yang berkembang di masyarakat, Sri Wahyuni sudah memberikan uang muka kepada pemilik ketoprak Siswa budiyo sebesar Rp 15 juta. Ditambah lagi dengan kabar yang beredar bahwa Sri juga pernah membeli terasi dengan uang asli dan di suruh mengantar di rumah kosong yang di tempatinya. Bahkan, ada juga orang yang melihat sosok Sri tersebut belanja di pasar

Ternyata, isu adanya sosok gaib Sri wahyuni itu ditepis oleh kepala Desa Growong Kidul Narso. Dia mengaku, .isu tersebut hanyalah kabar burung yang kemudian dibesar-besarkan oleh masyarakat.

“Selama ini berita–berita yang beredar, baik itu di medsos maupun di masyarakat, bahwa Sri Wahyuni tanggap ketoprak dan sudah panjer adalah hoaks,” jelasnya, Jumat (21/9/2018)

Puluhan warga menyaksikan ketoprak Siswo Budoyo yang dgelar di Desa Growong Kidul, Pati. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Dia menambahkan, ide adanya  pertunjukan ketoprak di Desa Garowong Kidul itu merupakan ide dari para pemuda. Mereka berkenginan agar bertepatan dengan bulan suro ini, desa mengisinya dengan pertunjukan ketoprak.

“Waktu itu teman-teman dari anak muda ketika berkumpul di kandang kambing dekat makam, bersepakat mendatangkan ketoprak Siswo Budoyo. Hadir juga saat itu tokoh-tokoh masyarakat punya rencana di Bulan. Namun, karena uangnya baru ada Rp 200 ribu, uang itu kemudian digunakan untuk uang muka,” ceritaanya.

Kemudian, Bolo, selaku ketua panitia penyelenggara memberikan uang muka itu kepada pemilik ketoprak Siswa Budoyo. Selanjutnya, tim pemilik ketoprak datang ke rumah kades untuk menyerahkan izin pentas, sekaligus memberitahukan waktu pementasan.

“Kami bingung, bimbang, karena waktu kurang dari satu minggu harus mengumpulkan dana sebesar itu. Nah, karena kebetulan dari pihak Pemdes baru saja menggelar acara sedekah bumi, nggak bisa membackup pendanaan, sifatnya hanya mendampingi, sukses acaranya, alhamdulillah tanggal 20  kemarin terlaksana,” bebernya.

Sementara dana untuk pertunjukan ketoprak tersebut adalah hasil dari iuran warga. Jadi, tidak ada sangkut pautnya dengan isu sosok gaib Sri wahyuni.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...