Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tumbuhkan Minat Belajar Anak, Pasutri di Grobogan Sulap Rumah Pribadi jadi Sanggar Belajar

MuriaNewsCom, GroboganSejak dua tahun terakhir, rumah pasangan suami istri Damanhuri (28) dan Prasetyani (27) di Dusun Cangkring, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo selalu ramai. Terutama, saat sore hari karena ada puluhan anak yang bertandang ke rumah mereka.

Kedatangan anak-anak ini bukan sekedar untuk bermain atau bersilaturahmi. Namun, anak-anak ini datang untuk belajar bersama di sanggar belajar “Cahaya Ilmu” yang didirikan di rumah pasutri tersebut.

Meski lokasinya sangat sederhana, namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk belajar bersama. Tak jarang, anak-anak ini mengajukan pertanyaan pada tutor yang memberikan bimbingan belajar.

“Sanggar belajar ini sudah berdiri sejak tahun 2016 lalu. Kondisinya masih sederhana sekali, belum begitu memadai,” kata Damanhuri, Kamis (20/9/2018).

Pembuatan sanggar belajar itu bukan didasari kepentingan bisnis atau mengharapkan penghasilan. Sangat belajar itu didirikan untuk menampung anak-anak agar punya aktivitas yang positif setelah pulang sekolah.

“Sebelumnya, saya lihat banyak anak-anak pada bermain kesana-kemari setelah pulang sekolah. Dari kondisi itulah akhirnya muncul keinginan untuk bikin sanggar belajar. Sanggar belajar kami ini seperti kelompok belajar anak-anak SD,” kata wiraswastawan muda itu.

Pada awalnya, hanya ada beberapa anak saja yang datang ke sanggar belajar itu. Namun, setelah ada dukungan masyarakat dan pihak desa, jumlah anak yang datang hampir mencapai 45 orang.

Adanya sanggar belajar juga membuat senang warga sekitar. Terutama, para orang tua yang terkadang harus meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja di siang hari.

Meski sudah berjalan hampir dua tahun, namun ada kendala yang dimiliki Damanhuri. Yakni, masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung yang ada di dalam sanggar belajar. Seperti papan tulis, globe, peta, komputer, buku tulis, bolpoin dan bahan bacaan.

“Selama ini kami berjalan apa adanya. Tutornya juga masih relawan, belum ada honornya. Beberapa teman, kadang ikut membantu kebutuhan sanggar belajar ini. Dari pihak desa juga ikut bantu, meski nilainya tidak banyak tetapi kami syukuri karena sudah ada perhatian,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Brabo Agus Setyono saat dimintai tanggapannya menyatakan, selama ini, pihaknya selalu mendukung penuh dengan segala kegiatan masyarakat yang sifatnya positif dan memberikan manfaat.

“Termasuk adanya sanggar belajar itu, kami dari pihak desa sangat mendukung. Sebelumnya, Pak Damanhuri sering konsultasi dengan desa terkait sanggar belajar itu,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...