Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diikuti Ratusan Peserta, Satpol PP Kudus Gelar Sosialisasi Penegakan Perda Secara Humanis

0 459

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi penegakan peraturan daerah (perda) di Kantor Kecamatan Gebog, Rabu (19/9/2018). Acara yang diikuti ratusan warga ini bertujuan untuk mewujudkan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Satpol PP Kabupaten Kudus Syaiful Huda bertindak sebagai mentor dan Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Fariq Mustofa selaku project leader. Selain itu, juga diikuti Camat Gebog Aris Suswanto, perwakilan Danramil Gebog, Polsek Gebog, kades, BPD, LPMD, tokoh masyarakat, serta karang taruna se Kecamatan Gebog.

Dalam paparannya, Fariq Mustofa menyampaikan bagaimana pentingnya penegakan perda untuk menjaga ketertiban umum. Dalam penegakan perda ini, Satpol PP Kudus selalu mengedepankan sikap humanis agar lebih muda diterima masyarakat.

”Pada kesempatan ini kami menyampaikan sejumlah perda yang harus diketahui masyarakat. Mulai dari perda tentang minuman beralkohol,  perda pajak hiburan, reklame, dan izin mendirikan bangunan,” kata Fariq.

Dalam paparan tentang peraturan tentang minuman beralkohol, Farid menjelaskan hal ini diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 12 Tahun 2004 tentang Minuman Beralkohol dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 17 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 12 Tahun 2004 tentang Minuman Beralkohol.

Regulasi ini sudah menjelaskan setiap orang atau badan dilarang memproduksi, menimbun, menyimpan, mengedarkan, dan atau memperdagangkan minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, setiap orang dilarang mengkonsumsi minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Kudus.

Dia mencontohkan, minuman beralkohol golongan A antara lain Bir Bintang (4,7%), Prost Beer (4,8%) dan Bir Anker (4,9%). Sedangkan minuman beralkohol golongan B antara lain: Beras Kencur (14,7%), Anggur Kimhoa (17%), Congyang (19,6%), Asoka (19,7%) , Anggur Merah Orang Tua  (19,7%), dan Javan Anggur Merah (20%). Adapun  minuman beralkohol golongan C antara lain Vodka (40%), Iceland Vodka (40%), Red Label (40%), dan Whisky Drum (43%.

Pihaknya berharap, setelah kegiatan ini selesai para tokoh masyarakat dan pemuda bisa ikut menyosialisasikan ketentuan-ketentuan di perda ini kepada warga di lingkungan sekitarnya. ”Sebelum kami melakukan penindakan, maka sosialisasi sangat penting untuk dilakukan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih paham ketika ada penertiban,” terang dia.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.